CONTOH MODUL PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TEMA KEWIRAUSAHAAN

Diposting oleh On 19:54:00 with No comments



Contoh Modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kewirausahan_ Berikut ini adalah contoh modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bisa digunakan sebagai referensi buat rekan guru untuk diterapkan disekolah yang menggunakan kurikulum merdeka. 

Modul ini disusun untuk menjadi bahan ajar dan/atau panduan bagi siswa di dalam pelaksanaan  pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila  elemen Akhlak pribadi,  Mengenal dan menghargai budaya, Kolaborasi, dan Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan pada dimensi profil pelajar pancasila. Adapun projek di Kelas VII mengambil tema kewirausahaan, dengan topik “Membangun jiwa Enterpreneur sejak dini”. Siswa diberikan kebebasan di dalam mengembangkan projek dan berkolaborasi dengan pihak/sumber lain yang diketahuinya, strategi pembelajaran maupun alokasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran modul projek penguatan profil pelajar Pancasila  ini disesuaikan dengan kondisi sekolah, sarana dan prasarana, minat serta karakteristik peserta didiknya.

selengkapnya, dapat anda unduh pada tautan berikut ini :

Contoh Modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kewirausahan

ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UMUM FASE D

Diposting oleh On 18:40:00 with No comments


Alur dan tujuan pembelajaran ini memuat peta jalur pembelajaran Bahasa Inggris pada fase D yang merupakan turunan dari capaian  pembelajaran (CP) yang sudah  ditetapkan. Alur dan tujuan  ini memuat enam  keterampilan berbahasa yaitu menyimak  - berbicara,  membaca - memirsa,  dan menulis - mempresentasi. Setiap keterampilan berbahasa tersebut memiliki capaian tertentu yang kesemuanya mengerucut pada  tujuan  akhir yakni kemampuan berinteraksi dan  berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Kemudian, pada fase ini dibagi kedalam tiga tingkatan kelas yakni 7, 8, dan 9. Setiap  tingkatan tersebut memiliki kedalaman dan  keluasan  konteks  materi  yang berbeda, dalam hal ini disebut sebagai lingkup keluarga dan kelas untuk kelas 7, lingkup kehidupan remaja untuk kelas 8, dan lingkup global untuk kelas 9.

Alur dan tujuan pembelajaran ini juga dilengkapi dengan  penjelasan singkat di setiap tujuannya. Hal ini dimaksudkan untuk membantu mendekatkan konsep pembelajaran yang diharapkan. Alur dan tujuan pembelajaran ini tidak bersifat kaku dan mengikat, guru diberikan keleluasaan untuk mengembangkannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kelas yang diajar. Oleh karena itu, jenis kegiatan yang dicantumkan pada bagian penjelasan singkat adalah bukan sebagai suatu hal yang wajib untuk diterapkan oleh guru, melainkan sebagai bantuan pilihan yang dapat diterapkan.

Alur dan tujuan pembelajaran ini disusun dengan format tabel dan diberikan penomoran di setiap tujuan  pembelajaran untuk  memudahkan kodefikasi  dan  penelaahan. Pada  setiap  bagiannya memuat tujuan pembelajaran, perkiraan jam pelajaran, kata frasa/kunci, topik/konten, glosarium, dan penjelasan  singkat. Kesemua hal tersebut ditujukan untuk membantu guru mengembangkan ide-ide pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. 

Alur dan tujuan  pembelajaran ini disusun  berdasarkan pendekatan berbasis  genre. Pendekatan tersebut sejalan dengan  tujuan  pembelajaran bahasa secara  umum yakni untuk berkomunikasi, yang pada prosesnya tidak sekedar  menekankan pada permasalahan grammatical semata, melainkan  lebih kepada  memberikan kesempatan nyata kepada  siswa untuk memahami tentang bagaimana bahasa itu dibangun  dan  bagaimana bahasa tersebut digunakan  dalam  berbagai konteks sosial.

Pada akhir fase D, siswa menggunakan teks lisan, tulisan, dan visual dalam Bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam dan dalam situasi formal dan informal, berbagai  jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, teks khusus (pesan singkat, iklan) dan  teks  asli  menjadi  rujukan  utama   dalam  mempelajari  Bahasa  Inggris  di  fase  ini. Siswa menggunakan Bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin berkembang dan keterampilan inferensi mulai tampak  ketika memahami informasi tersirat.  Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam Bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosa kata yang lebih beragam. Mereka memahami tujuan dan pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual dalam Bahasa Inggris. 

Informasi detail mengenai alur dan tujuan pembelajaran bahasa inggris umum fase D dapat anda unduh pada tautan berikut ini


STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA JENJANG SMP

Diposting oleh On 18:45:00 with No comments

Strukur Kurikulum Merdeka Jenjang SMP_ Bapak ibu guru yang budiman, Struktur Kurikulum pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu:

  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Pemerintah mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1 (satu) tahun ajaran.

Satuan pendidikan menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah.   Satuan pendidikan dapat menambahkan muatan tambahan sesuai karakteristik satuan pendidikan secara fleksibel, melalui 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
  2. Mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila dan/atau
  3. Mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri. 

Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi dua, yaitu: 
  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek  penguatan  profil  pelajar  Pancasila  dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per tahun. 
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara  fleksibel,  baik  secara  muatan  maupun  secara  waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut.
Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas VII-VIII
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)

Keterangan:

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya).
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs Kelas IX
(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)



Keterangan:
*      Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya). 
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMP/MTs menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.
Beban belajar bagi penyelenggara pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (sks) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai sks.
Selengkapnya, bisa anda baca disini
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 20:24:00 with No comments

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka_ Tujuan pembelajaran sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Peningkatan tujuan pembelajaran berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil pembelajaran. Dengan adanya tujuan belajar membantu guru untuk lebih fokus mempersiapkan konten pelajaran yang jelas. Mengajar tanpa tujuan dalam pikiran sering kali tidak efektif karena guru cenderung “keluar” dari topik yang diajarkan. Lalu seperti apakah kriteria ketercapaian Tujuan Pembelajaran dalam kurikulum merdeka?

Dalam kurikulum merdeka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kriteria ketercapaian, diantaranya: 

  • Setiap satuan Pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik :
    • Tujuan pembelajaran
    • Aktivitas pembelajaran
    • Asesmen yang dilaksanakan
  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran, yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran
  • Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mendiagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan memberi intervensi pembelajaran yang sesuai kepada peserta didik

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian 3 aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP Rumusan Tujuan Pembelajaran mencakup :
  • Kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), dan dimensi pengetahuan (factual,konseptual, procedural, metakognitif)
  • Perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif)
  • Profil Pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, gotongn royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri)
KOMPONEN TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Kompetensi = kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran **Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang di revisi Konten = ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.
  • Variasi = keterampilan berfikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, seperti ketrampilan berpikir kreatif, kritis mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan dan lain-lain
CONTOH TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata sendiri secara kritis
  • Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan inovatif
  • Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena keseharian di lingkungan sekitarnya
  • Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta nilai nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari teks dan/atau audiovisual
  • Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Menjelaskan peran diri dan anggota keluarga lainnya di rumah melalui wawancara anggota keluarga.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase. CP terdiri dari 6 fase (A- F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang Pendidikan dasar dan menengah
  2. Fase tsb : Fase A (kls 1-2), Fase B (kls 3-4) , Fase C (kls 5-6), Fase D (Kls 7-9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kls 11 -12)
  3. Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP
MENYUSUN ATP
  • Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4…………,
  • Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ………, dan seterusnya
Catatan :
TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN KKTP
  • a) Dari TP langsung dibuatkan RUBRIK PENILAIAN dengan 4 atau 5 kriteria, sehingga guru dapat menentukan pencapaian peserta didik dan memberikan tindak lanjut, atau
  • b) Dari TP diturunkan lebih rinci menjadi semacam INDIKATOR ASESMEN, sehingga indikator asesmen tersebut menjadi ukuran ketercapaian,
CONTOH :
TP 1. 
Peserta didik menyelidiki ragam dan sumber energi yang  dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya melalui pengamatan Indikator Asesmen :
1.1 Mampu mendeskripsikan berbagai sumber energi yang  terdapat di lingkungan sekitar
1.2 Mampu menguraikan manfaat sumber energi yang dipergunakan di lingkungan sekitar
  • c) Atau gabungan (a) dan (b) :
dibuatkan Indikator Asesmen dan Rubrik Ketercapaiannya
Catatan :
Ke tiga langkah tersebut lebih memberikan ruang pada Guru mengambil alternatif
sesuai kebutuhan. Masing-masing punya plus minus :
Opsi a : Lebih simple, tapi kurang detail
Opsi b : Lebih detail, tetapi pemetaannya lebih sulit karena tidak ada
rubrik
Opsi c : Lebih detail, mudah memetakan, tetapi lebih kompleks mengerjakannya
MENENTUKAN BENTUK ASESMEN
TP 10.1 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan norma
agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan melalui menceritakan dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk essai
Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 
Ditayangkan dan bertanya jawab dari gambar gambar tentang penerapan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan (Asesmen Formatif =
mengamati / observasi)




Aktivitas 2
Persamaan dan perbedaan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan dalam bentuk tulisan/Essai 
(Asesmen formatif =  Essai)
Asesmen Sumatif 1  =>  Tes
Rubrik Penilaian :
1. Observasi keaktifan peserta didik
2. Rubrik penilaian Essai
3. Rubrik penilaian Tes



Instrument Asesmen Kinerja



Instrument Asesmen Test
demikian informasi mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, smeoga bermanfaat

MODUL AJAR PAUD KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 18:51:00 with No comments


Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.  Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan  berbasis perkembangan jangka panjang.

Terkait dengan modul ajar, pada kesempatan ini kami sampaikan informasi mengenai modul ajar jenjang paud kurikulum merdeka. Kami berharap informasi ini bisa dijadikan sebagai rujukan terkait modul ajar jenjang Paud.

Langsung saja silahkan anda kunjungi tautan berikut ini:

Demikianlah informasi mengenai modul ajar Paud Kurikulum Merdeka, semoga bermanfaat.

DOWNLOAD CONTOH MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 01:37:00 with No comments



Modul ajar menjadi salah satu bentuk perangkat ajar guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran. Modul ajar sebagai penjabaran dari Alur Tujuan Pembelajaran yang disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan murid.

Dalam menggunakan modul ajar, guru memiliki kemerdekaan untuk:

  1. Memilih atau memodifikasi modul ajar yang disediakan Pemerintah untuk disesuaikan dengan karakteristik murid
  2. Menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik murid

beberapa konsep terkait modul ajar dalam kurikulum merdeka belajar diantaranya: 1) Modul ajar merupakan sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. 2) Modul ajar sebagai implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran. 3) Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik dengan mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
Guru di beri kebebasan untuk mengembangkan modul ajar yang sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik. Modul ajar juga dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan. Komponen modul ajar itu sendiri dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.  Komponen modul ajar juga bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.
Guna membantu rekan dalam memahami modul ajar, berikut ini adalah beberapa contoh yang bisa kami sajikan sebagai gambaran modul ajar dimasing-masing tingkatan. 
demikanlah informasi mengenai download contoh modul ajar kurikulum merdeka, semoga bermanfaat.
Panduan Umum Merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP)

Diposting oleh On 19:36:00 with No comments

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan Capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase untuk suatu mata pelajaran. Capaian Pembelajaran terdiri dari 6 fase (A-F) yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA/SMK). Satu fase berjarak 2-3 tahun untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih fleksibel dan mendalam.

Bagaimana guru dapat menggunakan CP dalam merancang kegiatan pembelajaran di kelasnya selama setahun? Untuk dapat menggunakan CP dalam merancang kegiatan pembelajaran di kelasnya selama setahun, guru perlu:

  • Berkolaborasi dengan guru 1 fase.
  • Menurunkan CP menjadi tujuan-tujuan pembelajaran dengan tingkat kesulitan materi yang berjenjang sehingga membetuk satu alur.
  • Mengembangkan TP yang sudah mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, beserta materi/konten inti.
  • Merangkai tujuan-tujuan pembelajaran  dalam satu alur dengan mempertimbangkan jenjang kedalaman materi, jenjang cakupan, dan jenjang kesulitannya.

Alur tujuan Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran

Berikut ini adalah skema alur tujuan pembelajaran:


Prinsip alur tujuan pembelajaran terdiri dari:

  • Esensial. Ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai CP.
  • Berkesinambungan. Tujuan tersusun secara berkesinambungan dan urut secara berjenjang dengan arah yang jelas.
  • Kontekstual. Tahapan TP sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.
  • Sederhana. TP disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami.

Selanjutnya, hal penting yang perlu dipertimbangkan saat menyusun ATP adalah 

  • Kemampuan prasyarat. Perhatikan kemampuan prasyarat yang perlu dipelajari peserta didik untuk menguasai kompetensi pada CP.
  • Cakupan dan keluasan TP. Tujuan Pembelajaran sebaiknya tidak terlalu umum. Pertimbangkan untuk memecah TP yang terlalu umum ke dalam beberapa TP.
  • Keterkaitan antar TP. Perhatikan apakah materi dalam sebuah TP sudah cukup didukung oleh materi dalam TP yang lain.
  • Misalnya: untuk menulis makalah penelitian peserta didik perlu mengetahui perbedaan bentuk dan tujuan teks serta  keterampilan membuat pertanyaan riset.
Bagaimana Cara mengurutkan tujuan pembelajaran? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan dalam mengurutkan tujuan pembelajaran: 

  • Pengurutan Konkret → Abstrak: Dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih  abstrak dan simbolis. Contoh : Memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak) 
  • Pengurutan Deduktif: Dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : Mengajarkan tentang peta secara umum terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang peta-peta tematik
  • Pengurutan dari Mudah → Sulit: Dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh : Mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek sebelum mengajarkan kata yang lebih  panjang.
  • Pengurutan Hierarki: Mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih  mudah sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh: Murid  perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian. 
  • Pengurutan Prosedural: Mengajarkan tahap pertama dari  sebuah prosedur kemudian membantu peserta didik  untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : Dalam mengajarkan prosedur titrasi asam-basa, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui,  seperti menyiapkan larutan,indikator asam-basa, memasang alat titran, melakukan titrasi, dan mengolah data.
  • Scaffolding: Meningkatkan kemampuan murid sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh : Dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika murid mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan berkurang secara bertahap sampai murid dapat berenang sendiri.
Contoh Praktik Proses Mendesain alur tujuan pembelajaran jenjang SD-SMA/SMK:
  • Mengembangkan kurikulum operasional sekolah: Disarankan tim penyusun alur tujuan pembelajaran untuk mempelajari Kurikulum Operasional Sekolah terlebih dahulu.
  • Pemahaman Profil Pelajar Pancasila: Memahami secara utuh konsep dasar Profil Pelajar Pancasila.
  • Mengembangkan kurikulum operasional sekolah: Disarankan tim penyusun alur tujuan pembelajaran untuk mempelajari Kurikulum Operasional Sekolah terlebih dahulu.
  • Menguraikan Kompetensi dalam CP: Uraikan kompetensi yang termuat dalam CP berdasarkan dimensi/elemennya.
  • Membuat ATP Menentukan alur: pengembangan kompetensi berdasarkan jenjang dan durasi jam pembelajaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi tersebut.
  • Menurunkan ATP menjadi TP: Merujuk pada alur, rumuskan TP dan pemahaman bermakna yang ingin disampaikan.
  • Tentukan asesmen: Tentukanlah produk akhir yang akan dibuat/kompetensi yang ditunjukkan sebagai indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Tentukan Metode untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran: Tentukan rancangan metode pengajaran yang akan dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Selanjutnya khusus jenjang PAUD Pada jenjang PAUD guru tidak mendesain alur tujuan pembelajaran, dikarenakan fase pondasi pada PAUD dilaksanakan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Sehingga, guru hanya membuat tujuan pembelajaran. Hal yang mungkin bisa dilakukan dijenjang PAUD adalah sebagai berikut:
  • Workshop pengembangan kurikulum operasional sekolah Menjadi prasyarat untuk tim penyusun alur pembelajaran.
  • Pemahaman Profil Pelajar Pancasila: Memahami secara utuh konsep dasar Profil Pelajar Pancasila.
  • Pemahaman CP: Memahami rasional, capaian pembelajaran (CP) keseluruhan dan elemen-elemen CP fase fondasi.
  • Menguraikan CP ke tujuan-tujuan pembelajaran: Uraikan tujuan pembelajaran dari analisis elemen CP dengan mempertimbangkan visi dan misi satuan, karakteristik peserta didik, serta karakteristik lokal dan budaya setempat.
  • Menentukan alokasi: periode yang dibutuhkan untuk membagi fokus tujuan-tujuan Pembelajaran. Alokasi waktu di PAUD dapat sangat cair, disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak, namun perencanaan awal dibutuhkan untuk memetakan ketercapaian CP secara utuh.
  • Menentukan tujuan pembelajaran dan bukti capaiannya
  • Merencanakan asesmen otentik.
  • Mendesain rencana kegiatan

Informasi lain mengenai Panduan Umum Merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) dapat anda unduh pada tautan berikut ini (unduh)
Demikian informasi mengenai Panduan Umum Merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP), semoga informasi ini bermanfaat buat anda semua