SE Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022 dalam rangka  Evaluasi 2021 dan Perencanaan 2023 DAK Fisik Pendidikan

Diposting oleh On 19:56:00 with No comments


SE Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022 dalam rangka  Evaluasi 2021 dan Perencanaan 2023 DAK Fisik Pendidikan_ Dalam Surat Edaran yang bernomor 15248/A.A1/PR.05.05/2022 tentang Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022 dalam rangka  Evaluasi 2021 dan Perencanaan 2023 DAK Fisik Pendidikan menyatakan bahwa dalam rangka perhitungan capaian jangka pendek (immediate outcome) pelaksanaan DAK Fisik tahun 2021 dan perencanaan DAK Fisik Pendidikan tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggunakan Dapodik sebagai instrumen validasi dan verifikasi data dalam proses perhitungan capaian jangka pendek (immediate outcome). Capaian jangka pendek ( immediate outcome) adalah persentase sekolah yang sarana prasarananya memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Data Dapodik juga menjadi referensi dalam pengajuan DAK Fisik Bidang Pendidikan. Sehubungan dengah hal tersebut, disampaikan bahwa:

  1. Penilaian tingkat kerusakan bangunan di satuan pendidikan dilakukan oleh dinas pendidikan bekerja sama dengan dinas yang menangani keciptakaryaan dengan menggunakan instrumen penilaian sesuai format yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR yang dapat diunduh pada laman https://ringkas.kemdikbud.go.id/formpuprdak;
  2. Hasil penilaian tingkat kerusakan bangunan sesuai format sebagaimana pada angka 1 disahkan oleh dinas pendidikan dan dinas yang menangani keciptakaryaan
  3. Satuan pendidikan melakukan pemutakhiran data sarana prasarana pada Dapodik berdasarkan hasil penilaian sebagaimana pada angka 1 dan diunggah (upload) pada laman http://sp.datadik.kemdikbud.go.id;
  4. Dinas melakukan verifikasi data hasil inputan sekolah dan verifikasi form penilaian tingkat kerusakan bangunan melalui http://datadik.kemdikbud.go.id;
  5. Buku panduan pemutakhiran Dapodik dapat diunduh (download) melalui laman http://ringkas.kemdikbud.go.id/panduansarpras2022 ;
  6. Data satuan pendidikan yang akan digunakan untuk penghitungan capaian jangka pendek ( immediate outcome) tahun 2021 dan perencanaan DAK Fisik bidang pendidikan Tahun 2023 adalah data yang telah tersinkronisasi hingga tanggal 31 Maret 2022 pukul 23.59 WIB
  7. Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya melakukan pembinaan dan pemantauan data satuan pendidikan sesuai dengan kondisi riil termasuk data ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana.
Demikainlah informasi mengenai SE Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022 dalam rangka  Evaluasi 2021 dan Perencanaan 2023 DAK Fisik Pendidikan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua. 
SE MEKANISME PENGELUARAN DATA SISWA TERDATA GANDA

Diposting oleh On 17:21:00 with No comments



Surat Edaran (SE) Pusat Data dan Teknologi Informasi mengenai Mekanisme Pengeluaran Data Siswa Terdata Ganda_ Surat Edaran (SE) Pusdatin yang bernomor 0914/JI/DS.00.01/2022 tentang Mekanisme Pengeluaran Data Siswa Terdata Ganda tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi pasal 288 poin c serta hasil Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik yang menunjukkan adanya data siswa terdata aktif pada lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan (ganda).

Sehubungan dengan hal tersebut, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) selaku pengelola Data Induk Pendidikan menyiapkan mekanisme pengeluaran data siswa terdata aktif pada lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan (ganda) untuk menghasilkan data peserta didik yang valid. Adapun proses pengeluaran data siswa terdata aktif pada lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan (ganda) tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik (Verval PD) dilaman https://vervalpd.data.kemdikbud.go.id menggunakan menu Pengeluaran Siswa (Tercatat Ganda).

Demikanlah informasi mengenai SE Mekanisme Pengeluaran Data Siswa Terdata Ganda. Semoga informasi ini bermanfaat buat semua

TRIK MENGATASI EROR LOGIN INFO GTK (https://info.gtk.kemdikbud.go.id)

Diposting oleh On 19:10:00 with No comments


Trik mengatasi eror login Info GTK (https://info.gtk.kemdikbud.go.id/) _ Info GTK untuk periode Januari-Juni 2022 kini bisa diakses oleh PTK dengan menggunakan username yang sudah terperivikasi. Hanya saja, mungkin masih ada PTK yang tidak bisa mengakses info GTK karena ditemukan notifikasi eror login PTK tidak ditemukan di halaman https://info.gtk.kemdikbud.go.id. Lalu bagaimanakah solusinya? Berikut ini adalah trik mengatasi eror login info GTK:

Adapun cara yang bisa dilakukan oleh PTK ataupun operator sekolah untuk mengatasi eror login PTK tidak ditemukan di halaman https://info.gtk.kemdikbud.go.id. adalah 

1. Silahkan bapak ibu login info GTK dengan menggunakan menu login dengan menggunakan SSO terlebih dahulu. Adapun caranya bapak ibu bisa lihat panduan berikut ini

 Cara Login  Info GTK dengan menggunakan SSO

 2. Jika bapak ibu berhasil masuk dengan menggunakan akun PTK yang bapak ibu miliki melalui menu login menggunakan SSO, maka bapak ibu hanya perlu menunggu proses penarikan data dapodik di info GTK saja. Bapak ibu tidak perlu khawatir tidak bisa login. Silahkan ditunggu dalam beberapa hari kedepan. Selanjutnya, bagi bapak ibu yang tidak bisa login info GTK dengan menggunakan menu login menggunakan SSO, bapak ibu perlu melakukan cara berikut ini: 


  • Silahkan pilih menu akun >> tampilkan >> pilih PTK >> edit (menu edit berupa icon pena)

  • Rubah password PTK tersebut dengan menggunakan password baru, lalu jangan lupa klik update

  • selesai


Sebagai informasi tambahan bahwa Info GTK merupakan aplikasi yang digunakan oleh PTK untuk mengecek kevalidan entrian data dapodik. Bagi guru sertifikasi, info GTK bisa jadi acuan apakah SKTP atau Surat Keputusan Penerima Tunjangan Profesi telah diterbitkan atau belum oleh Dirjen GTK. Jika info GTK tidak valid, maka yang perlu bapak ibu lakukan adalah segera memperbaiki data pada aplikasi dapodik lalu lakukan sincronisasi. 
Demikian trik mengatasi eror login Info GTK  (https://info.gtk.kemdikbud.go.id/), semoga bermanfaat buat anda semua

(UPDATE) Cek SKTP/Info GTK/Info Guru tahun 2022 dilaman https://info.gtk.kemdikbud.go.id

Diposting oleh On 19:17:00 with No comments


Cek SKTP/Info GTK/Info Guru tahun 2022 dilaman https://info.gtk.kemdikbud.go.id_ SKTP atau yang dikenal dengan Surat Keputusan Penerima Tunjangan Profesi Pendidik merupakan hal yang dinantikan oleh guru yang bersertifikat pendidik. Oleh karena itu, menjadi sebuah keharusan bagi guru yang bersertifikat pendidik untuk secara berkala mengecek info gtk guna melihat apakah SKTP telah diterbitkan oleh Dirjen GTK atau belum. Selanjutnya, di postingan kali ini kami akan membahas mengenai bagaimana cara cek SKTP/Info GTK/Info guru tahun 2022 melalui laman info GTK.
Guru di negara tercinta ini tentunya mengetahui laman pengecekan info GTK. Ya, tidak salah lagi, lama yang digunakan untuk mengecek verifikasi dan validasi data guru adalah laman info GTK yang beralamatkan di http://info.gtk.kemdikbud.go.id/. Adapun cara yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:
A. Persiapan
  • Silahkan anda siapkan account PTK berupa user Id (email PTK) dan password yang tardata pada aplikasi dapodik. Terkait hal ini, silahkan anda berkoordinasi dengan operator disekolah anda guna mendapatkan user id dan password yang dipakai sebagai kunci akses info GTK.
B. Login dengan menggunakan menu login langsung ke GTK
Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:
  • silahan kunjungi laman info GTK yang beralamatkan disini http://info.gtk.kemdikbud.go.id
  • silahkan pilih menu login langsung ke GTK
  • ketik user name dan password pada form isian login lalu dilanjutkan dengan mengeklik tombol login (Username berupa email PTK dan pasword yang terdata di dapodik)

  • selesai
C. Login dengan menggunakan SSO
  • silahan kunjungi laman info GTK yang beralamatkan disini http://info.gtk.kemdikbud.go.id
  • silahkan pilih menu login dengan menggunakan akun SSO
  • klik login menggunakan SSO


  • ketik user name dan password pada form isian login lalu dilanjutkan dengan mengeklik tombol masuk (Username berupa email PTK dan pasword yang terdata di dapodik)
  • Selesai
Setelah anda berhasil login laman info gtk dengan menggunakan user PTK yang anda miliki, pastikan anda chross check kesesuaian data yang ditampilkan pada info gtk dengan data yang dientrikan didapodik. Pastikan juga data yang terentri didapodik sesuai dengan data up to date yang anda miliki. Jika terdapat ketidaksesuaian data, segeralah anda berkoordinasi dengan operator sekolah untuk melakukan perbaikan data.
Demikianlah informasi tentang Cek SKTP/Info GTK/Info Guru tahun 2022 dilaman http://info.gtk.kemdikbud.go.id, semoga bermanfaat buat anda semua.
CARA MUDAH INTEGRASI AKUN BELAJAR ID DENGAN AKUN SIMPKB DILAMAN https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id

Diposting oleh On 01:42:00 with No comments

Cara Mudah Integrasi Akun Belajar Id dengan akun SIMPKB dilaman https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id_ Didasarkan pada edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bernomor 0697/B.B5/GT.01.15/2022 pada tanggal 15 Februari 2022 tentang Akun belajar.id sebagai SSO SIMPKB yang menyebutkan bahwa: "Bersama ini disampaikan bahwa Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) yang dipergunakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bertujuan meningkatkan layanan akses dan kualitas keprofesian guru dan tenaga kependidikan untuk mencapai mutu pendidikan yang berkualitas. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terus melakukan perubahan dan perbaikan layanan khususnya pemanfaatan platform teknologi sesuai dengan Persesjen Nomor 16 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan untuk akun akses layanan pembelajaran. Untuk itu guru dan tenaga kependidikan dihimbau untuk melakukan aktivasi serta memanfaatkan akun belajar.id sebagai penunjang pembelajaran daring yang diselenggarakan oleh sekolah di masa pandemi maupun kondisi kenormalan baru. Pemanfaatan akun belajar.id dioptimalkan menjadi layanan satu akun untuk semua dengan konsep Single Sign On (SSO). Sehubungan dengan hal tersebut, diberitahukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi, Kabupaten, dan Kota serta Guru dan Tenaga Kependidikan di seluruh Indonesia terhitung mulai tanggal 12 Maret 2022 akun belajar.id akan digunakan sebagai SSO SIMPKB guna menyempurnakan layanan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan. Adapun petunjuk dan tata cara penggunaan SSO akun belajar.id dapat diperoleh pada laman login SIMPKB itu sendiri"

Terkait dengan edaran tersebut diatas, berikut ini kami jelaskan bagaimana langkah Mudah Integrasi Akun Belajar Id dengan akun SIMPKB dilaman https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id:

A. Persiapan

  • Siapkan akun SIMPKB anda (user dan password). Jika anda lupa akan password SIMPKB anda, anda bisa minta bantuan ketua komunitas MGMP ataupun KKG untuk mereset password serta mencetak akun dengan password terbaru
  • Siapkan akun belajar id anda yang diperoleh dari operator sekolah anda. Adapun langkah-langkah untuk mendapatkan akun belajar id, anda bisa kunjungi laman https://www.belajar.id/ atau anda dapat juga baca artikel kami dibawah ini
CARA MENDAPATKAN AKUN PEMBELAJARAN BAGI SISWA, GURU, TENAGA KEPENDIDIKAN DAN OPERATOR SEKOLAH

B. Cara Mudah Integrasi Akun Belajar Id dengan akun SIMPKB dilaman https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id


  • Silahkan login dengan menggunakan akun SIMPKB anda (user berupa no.ukg dan password) dan tunggu hingga proses selesai.
  • Langkah berikutnya adalah silahkan anda pilih dan klik profil guna menampilkan dashbor akun. Jika sudah tampil, silahkan pilih menu dashbor akun dan tunggu hingga proses selesai. 


  • Langkah berikutnya, anda akan menjumpai tiga menu yang ada di sidebar sebelah kiri, diantaranya adalah dashboard, data personal dan integrasi layanan. Di langkah ini, silahkan pilih menu integrasi layanan lalu kemudian pilih menu TAUTKAN

  • Silahkan login dengan menggunakan akun belajar id

  • selesai. Selamat anda sudah mengintegrasikan akun belajar id dengan akun SIMPKB anda dilaman  https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id


Demikianlah informasi mengenai Cara Mudah Integrasi Akun Belajar Id dengan akun SIMPKB dilaman https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id, semoga bermanfaat buat anda semua

 
SURAT EDARAN (SE) VERIFIKASI ANBK 2021

Diposting oleh On 19:43:00 with No comments

Surat Edaran (SE) Verifikasi ANBK 2021_ Baru baru ini telah diterbitkan Surat Edaran (SE) Kemdikbud Ristek terkait Verifikasi Data ANBK 2021. Surat ini diterbitkan dengan nomor 0047/H4/PG.00.02/2022 yang isinya adalah bahwa dalam rangka evaluasi pelaksanaan Asesmen Nasional tahun 2021, Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan tersebut akan melakukan perifikasi data hasil pelaksanaan ANBK 2021 pada masing masing satuan pendidikan. Sehubungan dengan itu, maka diharapkan kepada satuan pendidikan untuk melakukan beberapa hal yaitu:

  1. Satuan pendidikan melakukan verifikasi data keikutsertaan AN pada tahun 2021 melalui laman https://anbk.kemdikbud.go.id dengan menggunakan username dan password masing-masing sekolah, yang meliputi: a. verifikasi data peserta didik (siswa) pada menu konfirmasi peserta didik, b. verfikasi data kepala sekolah dan pendidik pada menu konfirmasi kepsek dan pendidik.
  2. Satuan pendidikan juga melengkapi data AN: a) mengunggah kekurangan data siswa sesuai petunjuk pada laman ANBK. Adapun akses untuk mengunggah data akan dibuka mulai tanggal 31 Januari sampai dengan tanggal 12 Februari 2022. Tim Pusat akan menghubungi sekolah yang mengalami kesulitan dalam mengunggah data respon siswa, b) Bagi guru ataupun Kepsek yang belum lengkap mengisi atau belum mengisi survey lingkungan belajar diharapkan mengisi survey lingkungan belajar pada laman https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id/ yang akan dimulai pada tanggal 7 Februari sampai dengan tanggal 18 Februari 2022.
Berikut ini adalah surat edaran (SE) verifikasi ANBK 2021:

 
Langkah Verifikasi Data di laman ANBK
  • Silahkan anda kunjungi laman ANBK yang beralamatkan di https://anbk.kemdikbud.go.id/
  • Silahkan anda login dengan menggunakan user ANBK 2021. Jika anda mengalami kendala lupa user ataupun password, anda bisa konfirmasi kepada admin ANBK 2021 di Dinas Kabupaten/Kota
  • Untuk Perivikasi data Peserta Didik, dilaman ANBK telah disediakan menu Perivikasi Peserta Didik, silahkan lakukan konfirmasi pada kolom konfirmasi yang telah disediakan saat akses konfirmasi telah dibuka (* saat menulis tulisan ini, kondisi akses konfirmasi belum dibuka, jadi yang di tampilkan hanyalah screen shoot dari kotak konfirmasi saja)
  • Untuk Perifikasi data kepsek dan pendidik, silahkan cek dimenu perifikasi data kepsek dan pendidik. Silahkan perhatikan kolom keterangan yang disediakan di menu tersebut. Keterangan mengikuti survey susulan: guru atau kepsek harus mengikuti survey susulan sesuai dengan waktu yang ditentukan yaitu tanggal 7 februari hingga 18 februasi 2022. Dan jika keterangan tidak perlu mengikuti survey susulan, maka dianggap survey lingkungai belajar sudah selesai. 

Demikianlah informasi mengenai Surat Edaran (SE) Verifikasi ANBK 2021, semoga bermanfaat buat semua


DOWNLOAD JUKNIS BOS 2022 PAUD SD SMP SMA SMK, PDF

Diposting oleh On 20:31:00 with No comments


Download Juknis BOS 2022 Jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK, PDF_ Guna meningkatkan mutu pembelajaran serta pemerataan akses layanan pendidikan pada masing-masig satuan pendidikan dari jenjang PAUD, jenjang pendidikan dasar, jenjang pendidikan menengah dan jenjang kesetaraan maka sangat perlu pemerintah mengalokasikan serta menyalurkan dana bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan dimasing masing jenjang. Bantuan tersebut diberikan dengan berbagai perssyaratan diantaranya:

1. Persyaratan Satuan Penerima Dana BOP PAUD adalah 1) sekolah memiliki NPSN yang terdata pada dapodik, 2) sekolah telah memutahirkan data dapodik paling lambat tanggal 31 Agustus pada tahun anggaran sebelumnya, 3) sekolah memiliki izin menyelenggarakan pendidikan, 4) memiliki rekening sekolah, 4) bukan merupakan satuan pendidikan kerjasama. 

2. Persyaratan satuan pendidikan penerima dana BOS reguler adalah 1) sekolah memiliki NPSN yang terdata pada dapodik, 2) sekolah telah memutahirkan data dapodik paling lambat tanggal 31 Agustus pada tahun anggaran sebelumnya, 3) sekolah memiliki izin menyelenggarakan pendidikan, 4) memiliki rekening sekolah, 5) bukan merupakan satuan pendidikan kerjasama, 6) bukan merupakan sekolah yang dikelolah oleh kementerian/lembaga lain.

3. Persyaratan satuan pendidikan penerima dana BOP Kesetaraan adalah 1) memiliki NPSN yang terdata pada dapodik, 2) sekolah telah memutahirkan data dapodik paling lambat tanggal 31 Agustus pada tahun anggaran sebelumnya, 3) sekolah memiliki izin menyelenggarakan pendidikan, 4) memiliki rekening sekolah, 5) memiliki peserta didik paling sedikit 10 peserta didik pada setiap jenjang dan 6) bukan merupakan satuan pendidikan kerjasama.

Selanjutnya, berikut ini adalah rincian komponen penggunaan dana BOS menurut Permendikbud Ristek Nomor 2 tahun 2022:

Rincian Komponen Penggunaan Dana BOP PAUD
1. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOP PAUD Reguler
a. Penerimaan Peserta Didik baru meliputi pembiayaan untuk:
1) penggandaan formulir pendaftaran;
2) penerimaan Peserta Didik baru dalam jaringan;
3) publikasi atau pengumuman penerimaan Peserta Didik baru;
4) kegiatan pengenalan lingkungan Satuan Pendidikan untuk anak dan orang tua;
5) pendataan ulang Peserta Didik lama; dan/atau
6) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pelaksanaan penerimaan Peserta Didik baru.
b. Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan atau pencetakan buku untuk kebutuhan Peserta Didik termasuk buku digital sebagai berikut:
a) buku teks sesuai kurikulum yang digunakan;
b) buku sesuai usia dan perkembangan anak;
a) buku telah dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian terutama yang tersedia pada laman http://paudpedia.kemdikbud.go.id; dan
b) buku digunakan dalam proses pembelajaran berbasis main;
2) penyediaan atau pencetakan buku pegangan untuk pendidik termasuk buku digital;
3) penyediaan atau pencetakan modul dan perangkat ajar;
4) kegiatan penguatan komunitas pengelola perpustakaan/pojok baca; dan/atau
5) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca.
c. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan Alat Permainan Edukatif (APE) dengan prioritas APE dalam ruangan;
2) penyediaan dan/atau perbaikan alat multimedia pembelajaran sesuai analisa kebutuhan meliputi:
a) komputer desktop dan/atau laptop untuk digunakan dalam proses pembelajaran;
b) printer dan/atau scanner;
c) Liquid Crystal Display (LCD) proyektor; dan/atau
d) alat multimedia pembelajaran lainnya dalam rangka menunjang kegiatan belajar melalui bermain bermakna berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
3) pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, seperti pengembangan buku elektronik dan video pembelajaran;
4) penyediaan aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembelajaran;
5) penyediaan bahan pendukung pembelajaran;
6) pembiayaan dalam rangka mengikuti dan/atau menyelenggarakan festival, gebyar, atau kegiatan sejenis lainnya;
7) pengembangan kegiatan pra literasi;
8) pelaksanaan pendidikan karakter dan penumbuhan budi pekerti, termasuk pencegahan dan penanganan intoleransi dan kekerasan di lingkungan Satuan Pendidikan;
9) pembiayaan diskusi perkembangan anak;
10) pelaksanaan pembelajaran melalui kunjungan rumah Peserta Didik; dan/atau
11) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain.
d. Pelaksanaan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan laporan capaian tingkat perkembangan anak; dan/atau
2) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pelaksanaan pelaksanaan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain.
e. Pelaksanaan administrasi kegiatan satuan pendidikan meliputi pembiayaan untuk:
1) kegiatan pertemuan kelas orang tua/wali pada Satuan PAUD;
2) pengelolaan dan operasional rutin satuan pendidikan, misalnya untuk pembelian ATK, alat-alat kebersihan, dan lainnya; dan/atau
3) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pelaksanaan administrasi kegiatan satuan pendidikan.
f. Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pembiayaan untuk:
1) pengembangan/peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan;
2) pengembangan inovasi terkait konten pembelajaran dan metode pembelajaran; dan/atau
3) kegiatan lain yang relevan dalam rangka pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
g. Pembiayaan langganan daya dan jasa meliputi pembiayaan untuk:
1) sewa atau pembelian genset atau panel surya, termasuk peralatan pendukungnya sesuai dengan kebutuhan, termasuk biaya perawatan dan/atau perbaikan bagi satuan pendidikan yang belum ada jaringan listrik atau kondisi listrik tidak stabil;
2) pembayaran daya dan/atau jasa yang mendukung operasional satuan pendidikan yang meliputi: pemasangan baru, penambahan kapasitas, dan/atau pembayaran langganan rutin daya dan jasa (listrik, telepon, air, dan internet); dan/atau
3) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pemenuhan kebutuhan daya dan/atau jasa Satuan Pendidikan.
h. Pemeliharaan sarana dan prasarana Satuan Pendidikan meliputi pembiayaan untuk:
1) perbaikan kerusakan komponen non struktural bangunan satuan pendidikan seperti:
a) penutup atap;
b) penutup plafon;
c) kelistrikan;
d) pintu, jendela dan aksesoris lainnya;
e) pengecatan; dan/atau f) penutup lantai;
2) perbaikan meubelair, dan/atau pembelian meja dan/atau kursi Peserta Didik atau pendidik jika meja dan/atau kursi yang ada sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan;
3) perbaikan toilet, tempat cuci tangan, saluran air kotor dan sanitasi lainnya;
4) penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi yang belum memiliki air bersih;
5) pemeliharaan dan/atau perbaikan komputer, printer, laptop, proyektor, dan/atau pendingin ruangan;
6) pemeliharaan dan/atau perbaikan APE, terutama APE luar ruangan;
7) pemeliharaan taman dan fasilitas lainnya;
8) penyediaan dan/atau perawatan fasilitas/ aksesibilitas bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus; dan/atau
9) kegiatan lain yang relevan dalam rangka Pemeliharaan sarana dan prasarana Satuan Pendidikan.
i. Penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan alat-alat deteksi dini tumbuh kembang;
2) penyediaan obat-obatan dan peralatan kesehatan lainnya;
3) pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya;
4) penyediaan makanan tambahan; dan/atau
5) kegiatan lain yang relevan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan.
2. Rincian Komponen Penggunaan BOP PAUD Kinerja
a. Pengembangan sumber daya manusia meliputi pembiayaan untuk:
1) identifikasi, pemetaan potensi dan kebutuhan pelatihan;
2) penguatan pelatihan griyaan (in house training) di Satuan PAUD;
3) penguatan komunitas belajar bagi kepala Satuan PAUD dan pendidik;
4) pelatihan mandiri dengan komunitas praktis;
5) pelaksanaan diskusi terpumpun bersama dengan guru SD kelas awal; dan/ atau
6) peningkatan kapasitas literasi digital.
7) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia.
b. Pembelajaran dengan paradigma baru meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan atau pencetakan panduan dan buku untuk kebutuhan pendidik dan Peserta Didik terkait pembelajaran dengan paradigma baru yang ditetapkan oleh Kementerian;
2) pelaksanaan pembelajaran paradigma baru termasuk pembelajaran berbasis proyek; dan/atau
3) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru.
c. Digitalisasi sekolah meliputi pembiayaan untuk:
1) penguatan infrastruktur listrik;
2) penguatan infrastruktur internet;
3) lokakarya implementasi digitalisasi sekolah; dan/ atau
4) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan digitalisasi sekolah.
d. Perencanaan berbasis data meliputi pembiayaan untuk:
1) kegiatan perumusan visi misi satuan pendidikan terkait program dan kebijakan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak;
2) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Program Sekolah Penggerak di Satuan Pendidikan;
3) penguatan kapasitas tata kelola satuan pendidikan; dan/atau
4) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan perencanaan berbasis data.
B. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS
1. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler
a. Penerimaan Peserta Didik baru meliputi pembiayaan untuk:
1) penggandaan formulir dan publikasi atau pengumuman penerimaan Peserta Didik baru, dan biaya layanan penerimaan Peserta Didik baru dalam jaringan;
2) biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
3) penentuan peminatan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan tes bakat skolastik atau tes potensi akademik bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat;
4) pendataan ulang bagi Peserta Didik lama; dan/atau
5) kegiatan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan Peserta Didik baru yang relevan.
b. Pengembangan perpustakaan digunakan meliputi pembiayaan untuk:
1) penyediaan buku teks utama termasuk buku digital dengan ketentuan:
a) buku yang dibeli merupakan buku yang telah dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian;
b) memenuhi rasio 1 (satu) buku untuk setiap Peserta Didik pada setiap tema/mata pelajaran;
c) memenuhi kebutuhan buku untuk guru pada setiap tema/mata pelajaran yang diajarkan; dan
d) buku yang dibeli oleh sekolah harus dijadikan pegangan dalam proses pembelajaran di sekolah.
2) penyediaan buku teks pendamping termasuk buku digital yang telah dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian;
3) penyediaan buku non teks termasuk buku digital dengan ketentuan:
a) sekolah dapat membeli atau menyediakan buku untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah, diutamakan untuk menunjang penguatan pendidikan karakter dan pengembangan literasi sekolah; dan
b) buku yang dibeli sekolah adalah buku yang telah dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian atau Pemerintah Daerah;
4) penyediaan atau pencetakan modul dan perangkat ajar; dan/atau
5) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pengembangan perpustakaan.
c. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler meliputi pembiayaan untuk:
1) kegiatan pembelajaran meliputi:
a) penyediaan alat pendidikan dan/atau bahan pendukung pembelajaran;
b) pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, dan persiapan ujian;
c) biaya untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
d) penyediaan aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembelajaran;
e) pengembangan kegiatan literasi;
f) pelaksanaan pendidikan karakter dan penumbuhan budi pekerti, termasuk pencegahan dan penanganan intoleransi dan kekerasan di lingkungan Satuan Pendidikan;
g) pengembangan pembelajaran berbasis proyek; dan/atau
h) kegiatan pembelajaran lain yang relevan dalam rangka menunjang proses pembelajaran.
2) kegiatan ekstrakurikuler pembelajaran meliputi:
a) penyelenggaraan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, termasuk pembiayaan lomba di sekolah;
b) pembiayaan dalam rangka mengikuti kegiatan/lomba di dalam negeri; dan/atau
c) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka menunjang operasional kegiatan ekstrakurikuler.
d. Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran meliputi pembiayaan untuk:
1) penyelenggaraan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, asesmen nasional, survei karakter, asesmen sekolah, asesmen berbasis komputer dan/atau asesmen lainnya termasuk penyediaan laporan hasil ulangan/ujian/asesmen; dan/atau
2) pembiayaan lain yang relevan untuk kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran di sekolah.
e. Pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah meliputi pembiayaan untuk:
1) pengelolaan dan operasional rutin sekolah baik dalam rangka pembelajaran tatap muka dan/atau pembelajaran jarak jauh;
2) pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya; dan/atau
3) pembiayaan lainnya yang relevan dalam rangka pemenuhan administrasi kegiatan sekolah.
f. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan meliputi pembiayaan untuk:
1) pengembangan/peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan; dan/atau
2) pengembangan inovasi terkait konten pembelajaran dan metode pembelajaran;
3) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka menunjang pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan.
g. Pembiayaan langganan daya dan jasa meliputi pembiayaan untuk:
1) menyewa atau membeli genset atau panel surya, termasuk peralatan pendukungnya sesuai dengan kebutuhan, biaya perawatan dan/atau perbaikan bagi sekolah yang belum ada jaringan listrik atau kondisi listrik tidak stabil;
2) pembiayaan langganan daya dan jasa dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau Peserta Didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran jarak jauh; dan/atau
3) pembiayaan dalam rangka pembayaran daya dan/atau jasa yang mendukung operasional sekolah meliputi, pemasangan baru, penambahan kapasitas, pembayaran langganan rutin listrik, air, telepon, internet, atau pembiayaan langganan daya dan jasa lain yang relevan.
h. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang meliputi pembiayaan untuk:
1) perbaikan kerusakan ringan komponen non struktural bangunan sekolah seperti:
a) penutup atap;
b) penutup plafond;
c) kelistrikan;
d) pintu, jendela dan aksesoris lainnya;
e) pengecatan; dan/atau f) penutup lantai;
2) perbaikan meubelair, dan/atau pembelian meja dan/atau kursi Peserta Didik atau guru jika meja dan atau kursi yang ada sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan;
3) perbaikan toilet sekolah, tempat cuci tangan, saluran air kotor dan sanitasi lainnya;
4) penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi sekolah yang belum memiliki air bersih;
5) pemeliharaan dan/atau perbaikan komputer, printer, laptop, proyektor, dan/atau pendingin ruangan;
6) pemeliharaan dan/atau perbaikan peralatan praktikum;
7) pemeliharaan taman dan fasilitas sekolah lainnya;
8) penyediaan dan perawatan fasilitas/aksesibilitas bagi Peserta Didik berkebutuhan khusus; dan/atau
9) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
i. Penyediaan alat multi media pembelajaran meliputi pembiayaan untuk pembelian dan/atau perbaikan:
1) komputer desktop/work station berupa Personal Computer (PC)/All in One Computer untuk digunakan dalam proses pembelajaran;
2) printer atau printer plus scanner;
3) laptop;
4) Liquid Crystal Display (LCD) proyektor; dan/atau
5) alat multi media pembelajaran lainnya dalam rangka menunjang pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
j. Penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi keahlian SMK dan SMALB meliputi pembiayaan untuk:
1) penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kejuruan Peserta Didik SMK atau SMALB;
2) penyelenggaraan kegiatan sertifikasi kompetensi Peserta Didik SMK atau SMALB;
3) penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi kemampuan bahasa asing yang berstandar internasional yang diperuntukkan bagi kelas akhir SMK atau SMALB. Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi kemampuan bahasa asing yang berstandar internasional hanya dapat dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk secara resmi;
4) penyelenggaraan praktik kerja industri atau lapangan bagi Peserta Didik SMK atau SMALB, termasuk perjalanan dinas pembimbing mencari tempat praktek, bimbingan, atau pemantauan Peserta Didik praktek;
5) kegiatan pemagangan guru dan/atau Peserta Didik di industri untuk masing-masing kompetensi keahlian yang dilaksanakan dalam bentuk:
a) pelatihan kerja di industri;
b) magang di industri untuk menghasilkan uji mutu produk atau jasa dalam merealisasi kesepakatan teaching factory;
c) magang di industri untuk menghasilkan bahan bakuteaching factory;
d) mengikuti magang di industri dengan tujuan untuk kerjasama dalam rangka memperoleh lisensi;
e) mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikasi dari industri atau lembaga sertifikasi; dan/atau
f) mengikuti magang kerja untuk menjalin kerja sama dengan industri;
6) penyelenggaraan SMK atau SMALB sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak pertama termasuk pendirian dan pengembangan ruang lingkup skema sertifikasi;
7) pengembangan kerja sama industri dalam rangka peningkatan kompetensi keahlian di SMK atau SMALB; dan/atau
8) biaya lain yang relevan dalam peningkatan kompetensi keahlian.
k. Penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan SMK dan SMALB meliputi pembiayaan untuk:
1) penyelenggaraan bursa kerja khusus SMK atau SMALB termasuk perjalanan dinas pengelola bursa kerja khusus SMK atau SMALB untuk pengembangan kerjasama, verifikasi, pendampingan ke industri, dan/atau evaluasi;
2) pemantauan kebekerjaan lulusan (tracer study) SMK atau SMALB termasuk perjalanan dinas; dan/atau
3) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka menunjang penyelenggaraan kegiatan yang dapat mendukung keterserapan lulusan.
2. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS Kinerja
a. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS Kinerja Sekolah Penggerak
1) Pengembangan sumber daya manusia meliputi pembiayaan untuk:
a) identifikasi, pemetaan potensi dan kebutuhan pelatihan;
b) penguatan pelatihan griyaan (in house training) di Satuan Pendidikan;
c) penguatan komunitas belajar di Satuan Pendidikan;
d) pelatihan mandiri dengan komunitas praktis;
e) peningkatan kapasitas literasi digital; dan/atau
f) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia.
2) Pembelajaran dengan paradigma baru meliputi pembiayaan untuk:
a) penyediaan atau pencetakan panduan dan buku untuk kebutuhan pendidik dan Peserta Didik terkait pembelajaran dengan paradigma baru yang ditetapkan oleh Kementerian;
b) pelaksanaan pembelajaran paradigma baru termasuk pembelajaran berbasis proyek; dan/atau
c) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru.
3) digitalisasi sekolah meliputi pembiayaan untuk:
a) penguatan infrastruktur listrik;
b) penguatan infrastruktur internet;
c) lokakarya implementasi digitalisasi sekolah; dan/atau d) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan digitalisasi sekolah.
4) perencanaan berbasis data meliputi pembiayaan untuk:
a) program dan kebijakan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak;
b) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Program Sekolah Penggerak di Satuan Pendidikan;
c) penguatan kapasitas tata kelola satuan pendidikan; dan/atau
d) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan perencanaan berbasis data.
b. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS Kinerja Sekolah Berprestasi
1) Asesmen talenta dan kebugaran meliputi pembiayaan untuk:
a) asesmen bakat dan minat;
b) asesmen kebugaran; dan/atau
c) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan asesmen talenta dan kebugaran Peserta Didik.
2) Pelatihan dan pengembangan prestasi meliputi pembiayaan untuk:
a) penguatan pelatihan griyaan (in house training) ketalentaan di satuan pendidikan;
b) pelatihan berbasis proyek;
c) penguatan pelatihan bagi pembina talenta;
d) penyelenggaraan penguatan kapasitas ketalentaan berkelanjutan;
e) peningkatan kapasitas bagi Peserta Didik berprestasi untuk melanjutkan pendidikan;
f) penyediaan sarana penunjang ketalentaan; dan/atau
g) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pelatihan dan pengembangan prestasi.
3) Pengelolaan data dan informasi talenta meliputi pembiayaan untuk:
a) penginputan data ketalentaan;
b) pemrosesan data ketalentaan;
c) analisis data ketalentaan; dan/atau
d) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan pengelolaan data dan informasi talenta.
4) Kegiatan aktualisasi prestasi meliputi pembiayaan Peserta Didik, pembina, dan pendamping untuk mengikuti ajang talenta dan/atau pembiayaan lainnya yang relevan selama pelaksanaan kegiatan aktualisasi prestasi.
C. Rincian Komponen Penggunaan Dana BOP Kesetaraan
1. Penerimaan Peserta Didik baru meliputi pembiayaan untuk:
a) penggandaan formulir;
b) publikasi atau pengumuman penerimaan Peserta Didik baru; dan/atau
c) kegiatan lainnya yang relevan dalam rangka pelaksanaan penerimaan Peserta Didik baru.
2. Pengembangan perpustakaan meliputi pembiayaan untuk kegiatan yang relevan seperti penyusunan modul pengayaan dan/atau pengadaan buku pengayaan.
3. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler meliputi pembiayaan untuk:
a) penyusunan Analisis Konteks Pendidikan Kesetaraan;
b) pengembangan silabus dan penyusunan rencana program pembelajaran;
c) kegiatan pembelajaran luar kelas;
d) penguatan saka widya budaya bakti; dan/atau
e) kegiatan lain yang relevan dalam pelaksanaan pembelajaran dan ektrakurikuler.
4. Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran meliputi pembiayaan untuk:
a) penyelenggaraan ujian modul;
b) penyelenggaraan asesmen nasional;
c) penyelenggaraan ujian pendidikan kesetaraan; dan/atau
d) kegiatan lain yang relevan dalam pelaksanaan asesmen dan evaluasi pembelajaran di Satuan Pendidikan.
5. Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan meliputi pembiayaan untuk:
a) pendataan Peserta Didik program pendidikan kesetaraan;
b) pembelian alat tulis kantor dan bahan habis pakai lainnya; dan
c) kegiatan pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan lainnya.
6. Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pembiayaan untuk kegiatan yang relevan seperti:
a) pembiayaan dalam rangka mengikuti atau menyelenggarakan kegiatan dalam rangka pengembangan/peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan/atau
b) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka menunjang pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
7. Pembiayaan langganan daya dan jasa meliputi pembiayaan untuk kegiatan yang relevan seperti:
a) pembiayaan listrik, internet, dan air;
b) penyediaan obat-obatan, peralatan kebersihan atau peralatan kesehatan lainnya dalam rangka menjaga kesehatan Peserta Didik dan pendidik baik dalam upaya mencegah atau menanggulangi; dan/atau
c) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pemenuhan kebutuhan daya dan/atau jasa Satuan Pendidikan.
8. Pemeliharaan sarana dan prasarana meliputi pembiayaan untuk:
a) pemeliharaan alat pembelajaran;
b) pemeliharaan alat peraga pendidikan; dan/atau
c) pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pemeliharaan sarana dan prasarana Satuan Pendidikan.
9. Penyediaan alat multimedia pembelajaran meliputi pembiayaan untuk:
a) pencetakan atau pengadaan modul;
b) penyusunan modul interaktif dan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
c) pengadaan alat keterampilan, bahan praktik keterampilan;
d) komputer desktop dan/atau laptop untuk digunakan dalam proses pembelajaran;
e) printer dan/atau scanner;
f) Liquid Crystal Display (LCD) proyektor; dan/atau
g) alat multi media pembelajaran lainnya yang relevan dalam rangka menunjang pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Selanjutnya, untuk informasi lengkap mengenai petunjuk teknis (Juknis) BOS 20222 jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK dapat anda unduh pada tautan berikut ini

Lampiran 1 tentang Rincian Komponen Penggunaan Dana BOS dapat anda unduh pada tautan berikut ini

Lampiran 2 tentang teknis pengelolaan dana BOS dapat anda unduh pada tautan berikut ini

CARA MEMUTAHIRKAN DATA TUGAS TAMBAHAN KEPALA SEKOLAH PADA DAPODIK 2022

Diposting oleh On 17:00:00 with No comments

 Cara Memutahirkan Data Tugas Tambahan Kepala Sekolah pada Dapodik 2022_ Guna meningkatkan kualitas data dapodik terutama data tugas tambahan kepala sekolah pada sekolah induk maupun non induk, maka dirasa perlu adanya perbaikan status kepala sekolah. Hal ini dilakukan agar tugas tambahan sebagai kepala sekolah bisa valid secara pendataan pada aplikasi dapodik. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

1. silahkan login pada aplikasi dapodik 2022 dengan menggunakan akun operator sekolah

2. Pilih menu GTK pada aplikasi tersebut, lalu silahkan pilih dan klik sub menu tendik

3. Pilih nama guru, lalu klik tombol ubah 

4. Cek tugas tambahan

4a. Jika PTK tersebut berada pada sekolah induk, maka status tugas tambahannya adalah sebagai kepala sekolah. Tugas Operator satuan pendidikan adalah memastikan isian tugas tambahan yang terdapat pada aplikasi dapodik dengan cara sebagai berikut:

a. Tugas tambahan PTK tersebut sudah terisi Kepala sekolah

b. Entrian Nomor SK tersebut minimal 10 Digit

c. Mohon diperhatikan entrian TMT telah terisi dengan benar

d. Jika tugas tambahan sebagai kepala sekolah masih aktif, operator perlu memastikan bahwa kolom Tanggal Selesai Tugas (TST) tugas tambahan kepala sekolah DIKOSONGKAN 

4b. Jika PTK tersebut memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah di sekolah non induk, maka tugas operator satuan pendidikan adalah memastikan isian tugas tambahan yang terdapat pada aplikasi dapodik dengan cara sebagai berikut:

a. Tugas tambahan PTK tersebut sudah terisi sebagai PLT Kepala Sekolah 

b. Entri nomor SK yang terdiri dari minimal 10 digit

c. Mohon diperhatikan entrian TMT telah terisi dengan benar

d. Jika tugas tambahan sebagai PLT kepala sekolah masih aktif, operator perlu memastikan bahwa kolom Tanggal Selesai Tugas (TST) tugas tambahan PLT kepala sekolah DIKOSONGKAN 

Untuk menonaktifkan tugas tambahan pada aplikasi dapodik 2022, maka kiranya operator dapat mengentri TST tugas tambahan dimenu tugas tambahan. Penting untuk diingat agar tidak menghapus tugas tambahan tanpa mengisi TST tambahan pada aplikasi dapodik 2022

Demikianlah informasi mengenai cara memutahirkan data tugas tambahan kepala sekolah pada aplikasi dapodik 2022, semoga bermanfaat buat semua.