INFOGURUKU

INFOGURUKU

Download Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020

Posted by On 00:47:00


Download Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020. Informasi mengenai tanggal kelulusan siswa jenjang SMP, SMPLB, Program Paket B atau sederajat ditetapkan pada tanggal 5 Juni 2020. Informasi ini kami kutip dari Peraturan Sekretaris Jendreal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 5 tahun 2020. Bagi anda yang belum memiliki file tersebut, sebagai sumber referensi bacaan, silahkan anda unduh file Peraturan Sekretaris Jendreal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 5 tahun 2020 disini.
Informasi mengenai Download Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020 ini kami share mengingat ada beberapa rekan-rekan sekolah kami yang menanyakan seperti apa format surat keterangan kelulusan tersebut.
Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020

KOP SEKOLAH

=============================================================

SURAT KETERANGAN KELULUSAN
Nomor  :  422/......... /SMPN 1/2020


Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala SMP ................................. menerangkan bahwa :

Nama
Tempat Tanggal lahir
Nama Orang Tua/Wali :
NomorInduk Siswa
NISN

Berdasarkan Hasil Rapat Dewan Guru  tentang Penentuan Kelulusan Kelulusan dan mengacu kepada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, serta Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), dengan ini siswa tersebut di atas dinyatakan :

LULUS  /  TIDAK LULUS


dari sekolah menengah pertama dengan rata-rata Ujian Sekolah (Nilai Ijazah) = ...............


Demikian surat keterangan ini dibuat, untuk dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.


Ditetapkan di : ......................
Pada Tanggal 05 Juni 2020
Kepala SMP .............................




                                                       _______________

Sebagai informasi tambahan bahwa nilai ujian sekolah jenjang SMP dan SMPLB berdasarkan Persekjen Kemendikbud Nomor 5 Tahun 2020 diperoleh dari rata-rata nilai lima semester terakhir, serta sebagai tambahan nilai kelulusan, dapat juga ditambahkan dengan nilai semester genap kelas 9 dan hasil ujian sekolah yang dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor serta prestasi, penugasan, tes daring yang dilakukan sebelumnya. Informasi yang lain adalah rata-rata nilai ujian sekolah ditulis dengan menggunakan bilangan desimal dua angka dibelakang koma.
Demikianlah informasi mengenai Download Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020, semoga bermanfaat buat semua. Bagi anda yang berminat menggunakan format ini, silahkan anda Download Contoh Surat Keterangan Kelulusan Siswa SMP/MTs tahun 2020 pada tautan berikut ini. Jangan lupa anda dapat menggunakan aplikasi SKHU sementara SMP Kurikulum 2013 pada tautan berikut ini, atau jika sekolah anda menggunakan kurikulum 2006, anda dapat unduh pada tautan berikut ini





JUKNIS PPDB SMA, SMK DAN SLB TAHUN 2020 DI PROPVINSI JAWA BARAT

Posted by On 23:33:00


Juknis Penerimaan Peserta Didik SMA, SMK dan SLB tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat _ Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini telah menjabarkan Peraturan Menteri tersebut ke dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 37 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 31 tahun 2020 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK, dan SLB dengan memperhatikan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik Dan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021, serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).  
Secara teknis, guna memudahkan SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat dalam menyelenggarakan PPDB, maka diterbitkan Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMA, SMK, dan SLB Tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat. Petunjuk Teknis ini disusun untuk menjadi acuan pihak terkait dalam rangka penyelenggaraan PPDB SMA, SMK, dan SLB tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat. 
PENGUMUMAN PENDAFTARAN 
  • Pengumuman pendaftaran merupakan informasi kepada masyarakat yang memuat waktu pendaftaran dan persyaratan, pelaksanaan seleksi, penetapan hasil seleksi, serta daftar ulang. Pengumuman pendaftaran PPDB dapat diperoleh melalui: 
      • Situs web resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan alamat: www://disdik.jabarprov.go.id 
      • Situs web resmi PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan alamat:http://ppdb.disdik.jabarprov.go.id.
Alur Pendaftaran PPDB Secara Mandiri
Berikut diuraikan langkah-langkah yang harus dilakukan calon peserta didik mulai dari persiapan hingga pendaftaran.
A. Persiapan: 
  1. Calon peserta didik menyiapkan dokumen persyaratan khusus sesuai jalur yang akan dipilih dan memindai (scan) dokumen persyaratan khusus
  2. SMP/MTs/sederajat meng-input dan meng-upload nilai rapor Caon Peserta Didik, pada tanggal 14-30 Mei 2020
  3. Calon Peserta Didik meminta akun dari SMP/MTs asal, melalui media sosial yang memungkinkan dan mengikuti protocol Covid19, mulai pada tanggal 14 Mei 2020
  4. Calon Peserta Didik login ke aplikasi PPDB dengan alamat: http://pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id untuk mengisi data diri dan mengunggah (upload) file hasil scan dokumen persyaratan khusus pada tanggal 21 Mei – 5 Juni 2020
B. Pendaftaran, tanggal 8 - 12 Juni (tahap 1) atau tanggal 25 Juni - 1 Juli 2020 (tahap 2), sesuai jalur yang dipilih:
  1. Calon peserta mempersiapkan akun yg telah dimiliki untuk login ke aplikasi PPDB: http:// pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id. 
  2. Calon Peserta didik mengisi data pada aplikasi, memilih jalur PPDB dan sekolah tujuan yg diminati;
  3. Calon Peserta Didik melakukan pengecekan ulang data pendaftaran dan melakukan submit data sebagai bentuk pernyataan mendaftarkan diri. Data pendaftaran yang sudah di submit oleh calon peserta didik tidak dapat diubah atau dicabut; 
  4. Calon Peserta Didik mencetak (print out) bukti pendafaran

Alur Pendaftaran PPDB Melalui Sekolah Asal

  • Persiapan. 
    1. Calon Peserta Didik menyampaikan data persyaratan khusus sesuai jalur PPDB yang diminati kepada sekolah asal (SMP/ MTs), melalui media sosial yang memungkinkan (foto, atau dikirim
    2. melalui jasa pengiriman berbasis online) dengan menerapkan protocol Covid-19
    3. SMP/MTs/sederajat meng-input dan meng-upload nilai rapor Calon Peserta Didik, pada tanggal 14-30 Mei 2020
    4. Calon peserta didik menginformasikan jalur dan sekolah yang dipilih kepada sekolah asal
    5. Sekolah asal login dengan akun yang diperoleh dari panitia PPDB Disdik Provinsi ke aplikasi PPDB dengan alamat http://sekolah.ppdb.disdik.jabarprov.go.id, untuk memasukkan data persyaratan khusus calon peserta didik ke aplikasi PPDB pada tanggal 21 Mei – 5 Juni 2020
  • Pendaftaran, tanggal 8 - 12 Juni (tahap 1) atau tanggal 25 Juni - 1 Juli 2020 (tahap 2), sesuai jalur yang dipilih. 

    1. Sekolah asal membantu memasukan data jalur PPDB dan sekolah tujuan yg diminati oleh Calon Peserta Didik
    2. Sekolah asal melakukan verifikasi ulang data pendaftaran, dan melakukan submit data Calon Peserta Didik sebagai bentuk pernyataan mendaftarkan diri
    3. Data pendaftaran yang sudah di submit oleh sekolah asal tidak dapat diubah atau dicabut
    4. Sekolah mencetak (print out) bukti pendaftaran
Alur pendaftaran bagi calon peserta didik dari luar Provinsi Jawa Barat 
Langkah-langkah yang harus dilakukan calon peserta didik yang berasal dari luar Provinsi Jawa Barat/Luar Negeri.

  • Persiapan
    1. Calon peserta didik mempersiapkan data nilai rapor dan persyaratan lainnya sesuai jalur yang dipilih
    2. Calon peserta didik memindai (scan) seluruh persyaratan sesuai jalur yang dipilih
    3. Calon peserta didik login ke laman http://pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov. go.id         
    4. Calon peserta didik membuat akun secara mandiri
    5. Calon Peserta Didik mengisi data diri dan mengunggah (upload) file hasil scan dokumen persyaratan umum dan khusus pada tanggal 21 Mei – 5 Juni 2020. 
  • Pendaftaran, tanggal 8 - 12 Juni (tahap 1) atau tanggal 25 Juni - 1 Juli 2020 (tahap 2), sesuai jalur yang dipilih: 

    1. Calon peserta mempersiapkan akun yg telah dimiliki untuk login ke aplikasi PPDB: pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id
    2. Calon Peserta didik mengisi data pada aplikasi, memilih jalur PPDB dan sekolah tujuan yg diminati
    3. Calon Peserta Didik melakukan pengecekan ulang data pendaftaran dan melakukan submit data sebagai bentuk pernyataan mendaftarkan diri. Data pendaftaran yang sudah di submit oleh calon peserta didik tidak dapat diubah atau dicabut
    4. Calon Peserta Didik mencetak (print out) bukti pendaftaran
Tata Cara Pendaftaran SMA 

  • Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman website resmi PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan alamat: 
    1. http://sekolah.ppdb.disdik.jabarprov.go.id (bagi pendaftaran  yang dilakukan oleh sekolah asal)
    2. http://pendaftar. ppdb.disdik.jabarprov.go.id (bagi pendaftaran yang dilakukan pendaftar secara mandiri)

  • Jika pendaftaran selesai, selanjutnya pendaftar melakukan pencetakan bukti pendaftaran dari laman PPDB. 
  • Bagi Calon Peserta Didik/orang tua yang terkendala untuk mendaftar secara daring, dapat berkordinasi dengan walikelas sekolah asal (SMP/MTs), untuk didaftarkan oleh pihak sekolah. 
  • Calon Peserta Didik afirmasi melakukan pendaftaran daring oleh sekolah asal dengan bantuan operator sekolah. 
  • Pendaftaran PPDB SMA dilakukan dalam dua (2) tahap dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Tahap pertama adalah pendaftaran jalur afirmasi (KETM),  perpindahan orang tua /anak guru, dan jalur prestasi nilai akademik rapor maupun prestasi perlombaan (jadwal terlampir). 
      2. Tahap kedua adalah pendaftaran jalur zonasi (termasuk disabilitas). 
      3. Calon Peserta Didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB pada tahap pendaftaran pertama. 
      4. Calon Peserta Didik yang tidak lolos seleksi pada jalur afirmasi, perpindahan orang tua siswa/anak guru, serta jalur prestasi pada tahap 1 dapat mendaftar kembali pada jalur zonasi di tahap kedua. 
      5. Calon Peserta Didik yang tidak lolos pada jalur afirmasi di sekolah negeri akan disalurkan Dinas Pendidikan Provinsi ke sekolah swasta terdekat domisili.  

  • Bagi pendaftar dengan daring langsung atau dengan bantuan operator sekolah asal, ketentuan pendaftaran sebagai berikut: 
      1. Mengikuti alur tahapan pendaftaran sebagaimana dijelaskan pada BAB III bagian C 
      2. Mencetak bukti pendaftaran dari website PPDB
      3. Bukti fisik fotocopy dan asli dokumen persyaratan, didokumentasikan dalam map untuk diserahkan ke sekolah yang dituju setelah pengumuman PPDB, pada jadwal daftar ulang (informasi menyusul, menyesuaikan dengan kondisi masa darurat Covid19). 

  • Pilihan sekolah dapat memilih sekolah negeri atau swasta yang mendapat bantuan dana BOS (daftar sekolah terlampir). 
  • Calon Peserta Didik jalur afirmasi dapat mendaftarkan di dalam atau di luar wilayah zonasi domisili peserta didik sepanjang memenuhi persyaratan.  
  • Calon Peserta Didik SMA jalur zonasi, dapat memilih sekolah pilihan ke satu dan pilihan ke dua dalam zona yang sesuai tempat domisili, 
  • Calon Peserta Didik SMA jalur prestasi akademik nilai rapor, dapat memilih satu sekolah pilihan di dalam atau luar zonasi . 
  • Calon Peserta Didik SMA jalur prestasi kejuaraan, dapat memilih satu sekolah pilihan di dalam atau luar zonasi yang memfasilitasi pembinaan prestasi sesuai jenis bidang prestasi yang dimiliki Calon Peserta Didik; 
  • Calon Peserta Didik jalur perpindahan tugas orang tua dapat memilih satu sekolah pilihan dengan ketentuan di luar wilayah zonasi domisili asal Calon Peserta Didik, dibuktikan:
      1. Alamat pada Kartu Keluarga;
      2. Surat perpindahan tugas perpindahan; 
  • Calon Peserta Didik anak guru/tenaga pendidik atau tenapa kependidikan, dapat memilih satu sekolah pilihan di dalam atau di luar zonasi

Tata Cara Pendaftaran SMK 

  • Calon Peserta Didik jalur afirmasi melakukan pendaftaran melalui daring (online) oleh operator sekolah asal. Tata cara pendaftaran dijelaskan pada Bab III bagian C. 
  • Calon Peserta Didik jalur prestasi dan perpindahan orangtua melakukan pendaftaran melalui daring langsung. 
  • Pendaftaran secara daring langsung atau dengan bantuan operator satuan pendidikan (SMP/MTs) asal dengan cara mengunjungi laman PPDB Provinsi Jawa Barat di:
      1. http://sekolah.ppdb.disdik.jabarprov.go.id.(bagi yang daftar melalui sekolah asal)
      2. http://pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id.(bagi yang daftar secara mandiri)

  • Jika pendaftaran selesai, selanjutnya pendaftar melakukan pencetakan bukti pendaftaran dari laman PPDB.
  • Sekolah Menengah Kejuruan dapat melakukan test bakat dan minat/ uji kompetensi prestasi perlombaan, tes kesehatan, disesuaikan dengan bidang/program/kompetensi keahlian pada satuan pendidikan kejuruan yang dipilih Calon Peserta Didik, dan disesuaikan kondisi satuan pendidikan serta kondisi kedaruratan Covid-19.  
  • Calon Peserta Didik SMK wajib melakukan konsultasi ataukomunikasi dengan panitia PPDB melalui media yang memungkinkan atau secara langsung (sesuai kondisi) , berkenaan dengan kompetensi keahlian yang akan dipilihnya di satuan pendidikan.  
  • Calon Peserta Didik SMK, dapat memilih sekolah dengan ketentuan:
      1. Untuk jalur afirmasi: 2 (dua) program/kompetensi keahlian (pilihan ke-1, ke-2) dalam satu SMK; atau dua SMK pada program keahlian/kompetensi keakhlian yang sama dengan SMK pilihan ke satu. 
      2. Untuk jalur perpindahan orang tua/ anak guru: 2 (dua) program/kompetensi keahlian (pilihan ke-1, ke-2) dalam satu SMK. 
      3. Untuk jalur prestasi perlombaan: dua (2) pilhan program keahlian/ kompetensi keahlian dalam satu SMK 
      4. Untuk Jalur prestasi nilai rapor unggulan: dua (2) pilihan program keahlian/kompetensi keahlian dalam satu SMK 
      5. Untuk jalur prestasi nilai rapor umum: dua (2) pilihan program/kompetensi keahlian di satu atau dua SMK 
Cara Pendaftaran PPDB SLB
  • Calon Peserta Didik mendaftar daring (online) ke laman website masing-masing SLB (daftar terlampir) atau secara luring (off line), dibantu sekolah asal (menyesuaikan dengan kondidi darurat protocol Covid-19);  
  • Calon Peserta Didik penyandang disabilitas/ berkebutuhan khusus selain mendaftar di SLB dapat mendaftar di sekolah regular/umum (Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif) dengan kuota dan tatacara sesuai jenjang, jenis pendidikan dan jalur PPDB yang telah ditetapkan. 
  • Seluruh fotocopy dokumen persyaratan diserahkan, sedangkan dokumen aslinya diperlihatkan pada saat daftar ulang (jika masa darurat Covid19 sudah berakhir/menyesuaikan protokol). 
demikianlah informasi megnenai Juknis Penerimaan Peserta Didik SMA, SMK dan SLB tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat . Untuk lebih detailnya, silahkan anda unduh Juknis Penerimaan Peserta Didik SMA, SMK dan SLB tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat  di sini

PANDUAN MENUJU NEW NORMAL BAGI SISWA DAN GURU SAAT SEKOLAH KEMBALI DIBUKA

Posted by On 03:00:00


Panduan Menuju New Normal bagi Siswa dan Guru Saat Sekolah Kembali di Buka_ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dikabarkan akan segera membuka sekolah dalam waktu dekat walaupun hal ini belum dipastikan kapan waktunya. Nadiem Makarim menegaskan bahwa ia belum mengambil keputusan. Nadiem menjelaskan masih menunggu arahan dari Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 
Meskipun demikian, jika sekolah benar akan dibuka dalam waktu dekat, maka guru dan siswa perlu bersiap dengan "panduan new normal" untuk mencegah dari tertularnya virus corona. 
Beberapa sumber menyatakan bahwa berikut ini adalah panduan umum yang bisa diterapkan disekolah jika sekolah kembali dibuka:
  • Skrining kesehatan bagi guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19 
  • Skrining zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan tempat tinggalnya bukan  merupakan episentrum penularan Covid-19 
  • Menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19 
  • Menyiapkan media sosialisasi dan edukasi  pencegahan Covid-19 untuk warga sekolah 
  • Pengaturan siswa belajar di sekolah dan belajar dari rumah secara bergantian untuk menghindari kerumunan 
  • Pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing 
  • Koordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan terdekat 
  • Mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat 
  • Mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdo’a dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa 
  • Sosialisasi pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner yang dipasang di depan sekolah dan tempat-tempat umum di lingkungan sekolah 
  • Menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun) untuk melakukan proses skrining kesehatan sebelum memasuki lingkungan sekolah 
  • Menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan ruang kelas masing-masing dan ditempat-tempat strategis lainnya sesuai kebutuhan 
  • Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, laboratorium, ruang ibadah secara periodic
  • Menyediakan masker cadangan (untuk pengganti bagi seluruh warga sekolah yang membutuhkan) 
  • Optimalisasi fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya 
  • Mengatur jarak bangku didalam kelas, dengan jarak minimal 1 meter antara siswa 
  • Meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara umum/bersama 
  • Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah setelah penggunaan bersama 
Lalu bagaimana panduan versi kemendikbud? Kemendikbud juga mulai bahkan telah menerbitkan panduan menuju New normal saat sekolah kembali dibuka. Panduan tersebut tertera dalam Surat Edaran Setjen Kemendikbud bernomor 15 tahun 2020 tentang pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Sebagai referensi bacaan anda, silahkan unduh Surat edaran Setjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 (disini)
Berikut ini adalah panduan new normal apabila sekolah kembali dibuka yang mengacu pada Lampiran surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020:
  • Seluruh sarana dan prasarana satuan pendidikan dibersihkan secara rutin, minimal 2 (dua) kali sehari, saat sebelum KBM dimulai dan setelah KBM selesai.
  • Pemantauan kesehatan secara rutin, termasuk setiap sebelum KBM mulai berjalan, terhadap seluruh warga satuan pendidikan (termasuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan lainnya termasuk pengurus kantin satuan pendidikan), terkait gejala-gejala COVID-19 antara lain:
    • Demam tinggi diatas 38 Drajat C
    • Batuk
    • Pilek
    • Sesak napas
    • Diare; dan/atau
    • Kehilangan indera perasa dan/ atau penciuman secara tiba-tiba
  • Pihak satuan pendidikan perlu mengatur proses pengantaran dan penjemputan peserta didik untuk menghindari kerumunan dan penumpukan warga satuan pendidikan saat mulai dan selesai KBM.
  • Seluruh warga satuan pendidikan aktif, termasuk peserta didik, wajib aktif dalam mempromosikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, antara lain:
    • Cuci tangan pakai sabun yang rutin minimal 20 detik;
    • Hindari menyentuh wajah, terutama hidung, mata, dan mulut;
    • Menerapkan jaga jarak sebisa mungkin, sekitar 1-2 meter; dan
    • Melakukan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Pihak satuan pendidikan perlu memastikan sarana dan prasarana yang sesuai untuk mencegah penyebaran COVID-19, antara lain memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi dimana warga satuan pendidikan masuk dan keluar dari lingkungan satuan pendidikan.
  • Pihak satuan pendidikan menempatkan materi informasi, komunikasi, dan edukasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di tempat- tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan,terutama peserta didik, dengan pesan-pesan yang mudah dimengerti, jelas, dan ramah peserta didik.
  • Pihak satuan pendidikan memastikan adanya mekanisme komunikasi yang mudah dan lancar dengan orang tua/wali peserta didik, termasuk mempertimbangkan adanya hotline atau narahubung terkait keamanan dan keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.
  • Pihak satuan pendidikan memastikan memiliki sistem dan prosedur manajemen kedaruratan di satuan pendidikan untuk mengantisipasi bila terjadi ancaman bencana (misalnya gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, dan kebakaran) di masa COVID-19. Sistem dan prosedur ini wajib dikomunikasikan kepada seluruh warga satuan pendidikan, termasuk peserta didik dan orang tua/walinya.
Demikian informasi mengenai Panduan Menuju New Normal bagi Siswa dan Guru Saat Sekolah Kembali di Buka. Semoga bermanfaat buat semuanya.






































DOWNLOAD EDARAN  KEMDIKBUD TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN BELAJAR DARI RUMAH DALAM MASA DARURAT PENYEBARAN COVID 19

Posted by On 22:40:00


Download Edaran Kemdikbud Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19_  Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19) melalui penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Kemdibud menyampaikan bahwa 
  • Belajar dari Rumah selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol penanganan COVID-19
  • Belajar dari Rumah melalui pembelajaran jarak jauh daring dan/ atau luring dilaksanakan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan Belajar dari Rumah
Tujuan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19 bertujuan untuk:
  • Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat COVID-19
  • Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk dari COVID-19
  • Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 pada satuan pendidikan
  • Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali
Prinsip Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
BDR dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID 19), yaitu:
  • Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR;
  • Kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum;
  • BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi COVID-19;
  • Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik;
  • Aktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan Peserta Didik sesuai minat dan kondisi masingmasing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR;
  • Hasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif; dan
  • Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua/wali.
Metode dan Media Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi kedalam 2 (dua) pendekatan:
  • Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring)
  • Pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring)
Panduan Pelaksanaan Belajar dari Rumah oleh guru
Guru memfasilitasi pelaksanaan PJJ secara daring, luring, maupun kombinasi keduanya sesuai kondisi dan ketersediaan sarana pembelajaran.
  • Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh Referensi perencanaan PJJ baik secara daring maupun luring dapat dilihat pada portal Guru Berbagi https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/.
Dalam menyiapkan pembelajaran, guru perlu memastikan beberapa hal berikut:
  • Memastikan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai. dilarang memaksakan penuntasan kurikulum dan fokus pada pendidikan kecakapan hidup.
  • Menyiapkan materi pembelajaran. Dalam pelaksanaan BDR, materi dapat difokuskan pada:
      • Literasi dan numerasi
      • Pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19
      • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)
      • Kegiatan rekreasional dan aktivitas fisik
      • Spiritual keagamaan; dan/atau
      • Penguatan karakter dan budaya.
  • Menentukan metode dan interaksi yang dipakai dalam penyampaian pembelajaran melalui daring, luring, atau kombinasi keduanya.
  • Menentukan jenis media pembelajaran, seperti format teks, audio/video simulasi, multimedia, alat peraga, dan sebagainya yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan; dan
  • Guru perlu meningkatkan kapasitas dengan mengikuti pelatihan daring yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga nonpemerintah guna mendukung keterampilan menyelenggarakan PJJ pada situasi darurat COVID-19
Berikut langkah-langkah pelaksanaan PJJ daring oleh pendidik dengan fasilitas LMS (Leearning Management System)





 Berikut ini langkah fasilitasi PJJ luring menggunakan media buku, modul dan bahan ajar dari lingkungan sekitar:



Demikianlah informasi kami terkait Download Edaran Kemdikbud Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19. Download Edaran Kemdikbud Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19. Sebagai bahan referensi bacaan terkait langkah-langkah pembelajaran dalam masa penyebaran covid 19, dapat anda baca pada tautan berikut ini: (unduh)
sumber (https://www.kemdikbud.go.id/)