InfoGuruku.Net

InfoGuruku.Net

SE TENTANG PERSIAPAN PENETAPAN DAN ALOKASI PENERIMA DANA BOS, DANA BOP PAUD, DAN DANA BOP KESETARAAN TAHUN ANGGARAN 2023

Diposting oleh On 07:05:00 with No comments



Surat Edaran (SE) tentang persiapan penetapan dan alokasi penerima dana  BOS, dana BOP PAUD, dan dana BOP Kesetaraan tahun anggaran 2023 diterbitkan dengan nomor 7947/C/HK.04.01/2022 ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. 

Dasar Hukum:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041)

2. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Bantuan Operasional Sekolah, dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 73). Dalam rangka persiapan penetapan dan alokasi penerima Dana BOS, Dana BOP PAUD, dan Dana BOP Kesetaraan Tahun Anggaran 2023 dengan mempedomani Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Bantuan Operasional Sekolah, dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Penetapan satuan pendidikan penerima Dana BOS, Dana BOP PAUD, dan Dana BOP Kesetaraan TA 2023 dilakukan pada satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. memiliki nomor pokok sekolah nasional yang terdata pada Dapodik

b. telah mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil paling lambat tanggal 31 Agustus 2022

c. memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang terdata pada Dapodik

d. memiliki Rekening Satuan Pendidikan atas nama Satuan Pendidikan

e. bukan merupakan satuan pendidikan kerja sama. Selain memenuhi persyaratan tersebut di atas, khusus satuan pendidikan penerima BOP Kesetaraan, harus memiliki peserta didik paling sedikit 10 (sepuluh) peserta didik pada setiap jenjang, sementara untuk satuan pendidikan penerima BOS, tidak merupakan satuan pendidikan yang dikelola oleh kementerian/lembaga lain. 

2. Penetapan alokasi Dana BOS, Dana BOP PAUD, dan Dana BOP Kesetaraan TA 2023 dihitung berdasarkan besaran satuan biaya pada masing-masing daerah dikalikan dengan jumlah peserta didik yang memiliki NISN yang valid pada cut of Dapodik 31 Agustus 2022.

3. Persyaratan izin sebagaimana dimaksud angka 1 huruf c, jika terdapat satuan pendidikan dengan izin penyelenggaran pendidikan masih dalam proses pembuatan atau perpanjangan, maka dapat dilakukan dengan menggunakan surat keterangan dari Dinas Pendidikan. 

4. Persyaratan Rekening Satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud angka 1 huruf d merupakan rekening standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah sesuai ketentuan Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Rekening Satuan Pendidikan dalam Penyaluran Dana BOP PAUD, BOS, dan BOP Kesetaraan. 

5. Dalam hal terdapat satuan pendidikan tidak ditetapkan sebagai penerima Dana BOS Reguler/BOP PAUD/BOP Kesetaraan TA 2023, biaya operasional satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan biaya operasional satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab badan hukum penyelenggara satuan pendidikan bersangkutan. 

Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas, maka dimohon untuk:

1. Melakukan pembinaan dan pengawasan pada satuan pendidikan di wilayah kewenangan Saudara yang meliputi:

a. melakukan verifikasi dan validasi data satuan pendidikan yang diinput pada Dapodik sesuai dengan kondisi riil;

b. membantu dan mengupayakan satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan untuk melakukan pendataan secara mandiri;

c. memastikan satuan pendidikan menyiapkan kelengkapan dan keabsahan isian data satuan pendidikan yang mutakhir dan bertanggung jawab atas keabsahan isian data satuan pendidikan

d. memastikan seluruh satuan pendidikan melakukan sinkronisasi Dapodik paling lambat 31 Agustus 2022. 2. Menyampaikan surat keterangan yang ditujukan kepada Mendikbudristek c.q. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah yang dilampiri data satuan pendidikan yang izin penyelenggaraannya masih dalam proses pembuatan/perpanjangan. Surat paling lambat dapat diterima tanggal 31 Agustus 2022 melalui tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/izinPenyelenggaran. Setelah proses izin penyelenggaraan selesai, Dinas Pendidikan harus melakukan pemutakhiran data pada tautan https://vervalsp.data.kemdikbud.go.id. 3. Menyampaikan pengusulan rekening satuan pendidikan terutama bagi satuan pendidikan yang belum memiliki rekening standar dan bermaksud menerima Dana BOS, Dana BOP PAUD, dan Dana BOP Kesetaraan TA 2023. 

4. Melakukan identifikasi satuan pendidikan yang dikelola oleh Kementerian/Lembaga lain dan menyampaikannya secara resmi kepada Mendikbudristek c.q. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah paling lambat 31 Agustus 2022 melalui tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/sekolahKL

Demikian informasi mengenai Surat Edaran (SE) tentang persiapan penetapan dan alokasi penerima dana  BOS, dana BOP PAUD, dan dana BOP Kesetaraan tahun anggaran 2023, semoga bermanfaat 

File

CONTOH MODUL PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TEMA KEWIRAUSAHAAN

Diposting oleh On 19:54:00 with No comments



Contoh Modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kewirausahan_ Berikut ini adalah contoh modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bisa digunakan sebagai referensi buat rekan guru untuk diterapkan disekolah yang menggunakan kurikulum merdeka. 

Modul ini disusun untuk menjadi bahan ajar dan/atau panduan bagi siswa di dalam pelaksanaan  pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila  elemen Akhlak pribadi,  Mengenal dan menghargai budaya, Kolaborasi, dan Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan pada dimensi profil pelajar pancasila. Adapun projek di Kelas VII mengambil tema kewirausahaan, dengan topik “Membangun jiwa Enterpreneur sejak dini”. Siswa diberikan kebebasan di dalam mengembangkan projek dan berkolaborasi dengan pihak/sumber lain yang diketahuinya, strategi pembelajaran maupun alokasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran modul projek penguatan profil pelajar Pancasila  ini disesuaikan dengan kondisi sekolah, sarana dan prasarana, minat serta karakteristik peserta didiknya.

selengkapnya, dapat anda unduh pada tautan berikut ini :

Contoh Modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kewirausahan

Aplikasi Dapodik 2023.a

Diposting oleh On 07:32:00 with No comments



Aplikasi Dapodik 2023.a_Menindaklanjuti beberapa laporan terkait adanya bugs pada Aplikasi Dapodik versi 2023 yang dapat mengganggu kelancaran sekolah dalam melakukan pemutakhiran data semester 1 Tahun Ajaran 2022/2023, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah melakukan pemutakhiran Aplikasi Dapodik versi 2023.a dan telah dilakukan perbaikan. Untuk memperbarui aplikasi dapodik 2023 ke versi 2023.a dapat mengikuti beberapa langkah berikut ini:

  • Pertama, Pastikan sudah terpasang aplikasi Dapodik versi 2023
  • Kedua, Pilih menu pengaturan pada aplikasi dapodik versi 2023
  • Selanjutnya, Pilih tombol cek pembaruan
  • Pastikan semua proses pembaruan “Berhasil”
  • Silahkan Refresh browser (ctrl+F5)
  • Lalu Login aplikasi dapodik
  • Pastikan tampilan aplikasi sudah menggunakan versi 2023.a
  • Jangan lupa Lakukan proses tarik data
  • Dan Selesai.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2023.a:

[Perbaikan] Perbaikan bugs validasi pada kelas tingkat 3,6,9,12 bagi sekolah penggerak.

[Perbaikan] Perbaikan bugs validasi pada saat pengecekan data dinamis dan agregasi sarpras.

[Perbaikan] Perbaikan bugs pada registrasi peserta didik kolom program pengajaran bagi sekolah penggerak.

[Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat melakukan sinkronisasi.

[Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat mengunduh formulir PTK.

[Perbaikan] Perbaikan bugs pada saat menginput Luas Tapak Bangunan di menu Bangunan.

[Perbaikan] Perbaikan referensi mata pelajaran bagi sekolah penggerak.

[Perbaikan] Perbaikan referensi variabel pada data dinamis.

Source ( https://dapo.kemdikbud.go.id/berita/rilis-perbaikan-aplikasi-dapodik-versi-2023-a)

LINK UNDUHAN APLIKASI DAPODIK 2023

Diposting oleh On 19:25:00 with No comments


Aplikasi Dapodik versi 2023 telah dirilis sehingga operator satuan pendidikan kini bersiap untuk entri pendataan tahun ajaran 2022/2023. Terdapat beberapa pembaruan yang penting. Yang signifikan antara lain:

  1. Pembaruan pada menu sarana dan prasarana terkait kondisi kerusakan bangunan yang dijadikan satu pada komponen nilai akhir.
  2. Penambahan pengisian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
  3. Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Semua perubahan dan pembaruan ini merupakan upaya untuk menyelaraskan prosedur dan mekanisme pendataan Dapodik. Berdasarkan Permendikbudristek No. 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Bantuan Operasional Sekolah, Dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan, disampaikan bahwa Satuan Pendidikan harus mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di Satuan Pendidikan paling lambat tanggal 31 Agustus anggaran sebelumnya.

Berikut ini adalah link alternatif yang bisa digunakan bagi anda yang merasa sulit untuk unduh dari laman dapodikdasmen

link 1

link 2

panduan aplikasi dapodik 2023


ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UMUM FASE D

Diposting oleh On 18:40:00 with No comments


Alur dan tujuan pembelajaran ini memuat peta jalur pembelajaran Bahasa Inggris pada fase D yang merupakan turunan dari capaian  pembelajaran (CP) yang sudah  ditetapkan. Alur dan tujuan  ini memuat enam  keterampilan berbahasa yaitu menyimak  - berbicara,  membaca - memirsa,  dan menulis - mempresentasi. Setiap keterampilan berbahasa tersebut memiliki capaian tertentu yang kesemuanya mengerucut pada  tujuan  akhir yakni kemampuan berinteraksi dan  berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Kemudian, pada fase ini dibagi kedalam tiga tingkatan kelas yakni 7, 8, dan 9. Setiap  tingkatan tersebut memiliki kedalaman dan  keluasan  konteks  materi  yang berbeda, dalam hal ini disebut sebagai lingkup keluarga dan kelas untuk kelas 7, lingkup kehidupan remaja untuk kelas 8, dan lingkup global untuk kelas 9.

Alur dan tujuan pembelajaran ini juga dilengkapi dengan  penjelasan singkat di setiap tujuannya. Hal ini dimaksudkan untuk membantu mendekatkan konsep pembelajaran yang diharapkan. Alur dan tujuan pembelajaran ini tidak bersifat kaku dan mengikat, guru diberikan keleluasaan untuk mengembangkannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kelas yang diajar. Oleh karena itu, jenis kegiatan yang dicantumkan pada bagian penjelasan singkat adalah bukan sebagai suatu hal yang wajib untuk diterapkan oleh guru, melainkan sebagai bantuan pilihan yang dapat diterapkan.

Alur dan tujuan pembelajaran ini disusun dengan format tabel dan diberikan penomoran di setiap tujuan  pembelajaran untuk  memudahkan kodefikasi  dan  penelaahan. Pada  setiap  bagiannya memuat tujuan pembelajaran, perkiraan jam pelajaran, kata frasa/kunci, topik/konten, glosarium, dan penjelasan  singkat. Kesemua hal tersebut ditujukan untuk membantu guru mengembangkan ide-ide pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. 

Alur dan tujuan  pembelajaran ini disusun  berdasarkan pendekatan berbasis  genre. Pendekatan tersebut sejalan dengan  tujuan  pembelajaran bahasa secara  umum yakni untuk berkomunikasi, yang pada prosesnya tidak sekedar  menekankan pada permasalahan grammatical semata, melainkan  lebih kepada  memberikan kesempatan nyata kepada  siswa untuk memahami tentang bagaimana bahasa itu dibangun  dan  bagaimana bahasa tersebut digunakan  dalam  berbagai konteks sosial.

Pada akhir fase D, siswa menggunakan teks lisan, tulisan, dan visual dalam Bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam dan dalam situasi formal dan informal, berbagai  jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, teks khusus (pesan singkat, iklan) dan  teks  asli  menjadi  rujukan  utama   dalam  mempelajari  Bahasa  Inggris  di  fase  ini. Siswa menggunakan Bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin berkembang dan keterampilan inferensi mulai tampak  ketika memahami informasi tersirat.  Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam Bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosa kata yang lebih beragam. Mereka memahami tujuan dan pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual dalam Bahasa Inggris. 

Informasi detail mengenai alur dan tujuan pembelajaran bahasa inggris umum fase D dapat anda unduh pada tautan berikut ini


STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA JENJANG SMP

Diposting oleh On 18:45:00 with No comments

Strukur Kurikulum Merdeka Jenjang SMP_ Bapak ibu guru yang budiman, Struktur Kurikulum pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu:

  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Pemerintah mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1 (satu) tahun ajaran.

Satuan pendidikan menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah.   Satuan pendidikan dapat menambahkan muatan tambahan sesuai karakteristik satuan pendidikan secara fleksibel, melalui 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
  2. Mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila dan/atau
  3. Mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri. 

Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi dua, yaitu: 
  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek  penguatan  profil  pelajar  Pancasila  dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per tahun. 
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara  fleksibel,  baik  secara  muatan  maupun  secara  waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut.
Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas VII-VIII
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)

Keterangan:

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya).
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs Kelas IX
(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)



Keterangan:
*      Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya). 
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMP/MTs menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.
Beban belajar bagi penyelenggara pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (sks) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai sks.
Selengkapnya, bisa anda baca disini
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 20:24:00 with No comments

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka_ Tujuan pembelajaran sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Peningkatan tujuan pembelajaran berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil pembelajaran. Dengan adanya tujuan belajar membantu guru untuk lebih fokus mempersiapkan konten pelajaran yang jelas. Mengajar tanpa tujuan dalam pikiran sering kali tidak efektif karena guru cenderung “keluar” dari topik yang diajarkan. Lalu seperti apakah kriteria ketercapaian Tujuan Pembelajaran dalam kurikulum merdeka?

Dalam kurikulum merdeka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kriteria ketercapaian, diantaranya: 

  • Setiap satuan Pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik :
    • Tujuan pembelajaran
    • Aktivitas pembelajaran
    • Asesmen yang dilaksanakan
  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran, yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran
  • Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mendiagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan memberi intervensi pembelajaran yang sesuai kepada peserta didik

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian 3 aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP Rumusan Tujuan Pembelajaran mencakup :
  • Kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), dan dimensi pengetahuan (factual,konseptual, procedural, metakognitif)
  • Perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif)
  • Profil Pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, gotongn royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri)
KOMPONEN TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Kompetensi = kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran **Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang di revisi Konten = ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.
  • Variasi = keterampilan berfikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, seperti ketrampilan berpikir kreatif, kritis mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan dan lain-lain
CONTOH TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata sendiri secara kritis
  • Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan inovatif
  • Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena keseharian di lingkungan sekitarnya
  • Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta nilai nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari teks dan/atau audiovisual
  • Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Menjelaskan peran diri dan anggota keluarga lainnya di rumah melalui wawancara anggota keluarga.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase. CP terdiri dari 6 fase (A- F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang Pendidikan dasar dan menengah
  2. Fase tsb : Fase A (kls 1-2), Fase B (kls 3-4) , Fase C (kls 5-6), Fase D (Kls 7-9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kls 11 -12)
  3. Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP
MENYUSUN ATP
  • Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4…………,
  • Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ………, dan seterusnya
Catatan :
TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN KKTP
  • a) Dari TP langsung dibuatkan RUBRIK PENILAIAN dengan 4 atau 5 kriteria, sehingga guru dapat menentukan pencapaian peserta didik dan memberikan tindak lanjut, atau
  • b) Dari TP diturunkan lebih rinci menjadi semacam INDIKATOR ASESMEN, sehingga indikator asesmen tersebut menjadi ukuran ketercapaian,
CONTOH :
TP 1. 
Peserta didik menyelidiki ragam dan sumber energi yang  dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya melalui pengamatan Indikator Asesmen :
1.1 Mampu mendeskripsikan berbagai sumber energi yang  terdapat di lingkungan sekitar
1.2 Mampu menguraikan manfaat sumber energi yang dipergunakan di lingkungan sekitar
  • c) Atau gabungan (a) dan (b) :
dibuatkan Indikator Asesmen dan Rubrik Ketercapaiannya
Catatan :
Ke tiga langkah tersebut lebih memberikan ruang pada Guru mengambil alternatif
sesuai kebutuhan. Masing-masing punya plus minus :
Opsi a : Lebih simple, tapi kurang detail
Opsi b : Lebih detail, tetapi pemetaannya lebih sulit karena tidak ada
rubrik
Opsi c : Lebih detail, mudah memetakan, tetapi lebih kompleks mengerjakannya
MENENTUKAN BENTUK ASESMEN
TP 10.1 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan norma
agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan melalui menceritakan dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk essai
Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 
Ditayangkan dan bertanya jawab dari gambar gambar tentang penerapan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan (Asesmen Formatif =
mengamati / observasi)




Aktivitas 2
Persamaan dan perbedaan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan dalam bentuk tulisan/Essai 
(Asesmen formatif =  Essai)
Asesmen Sumatif 1  =>  Tes
Rubrik Penilaian :
1. Observasi keaktifan peserta didik
2. Rubrik penilaian Essai
3. Rubrik penilaian Tes



Instrument Asesmen Kinerja



Instrument Asesmen Test
demikian informasi mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, smeoga bermanfaat