InfoGuruku.Net

InfoGuruku.Net

STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA JENJANG SMP

Diposting oleh On 18:45:00 with No comments

Strukur Kurikulum Merdeka Jenjang SMP_ Bapak ibu guru yang budiman, Struktur Kurikulum pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu:

  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Pemerintah mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1 (satu) tahun ajaran.

Satuan pendidikan menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah.   Satuan pendidikan dapat menambahkan muatan tambahan sesuai karakteristik satuan pendidikan secara fleksibel, melalui 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
  2. Mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila dan/atau
  3. Mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri. 

Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas 1 (satu) fase yaitu Fase D. Fase D yaitu untuk kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi dua, yaitu: 
  1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. Projek  penguatan  profil  pelajar  Pancasila  dialokasikan sekitar 25% (dua puluh lima persen) total JP per tahun. 
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara  fleksibel,  baik  secara  muatan  maupun  secara  waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut.
Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas VII-VIII
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)

Keterangan:

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya).
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

Tabel Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs Kelas IX
(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit)
(klik pada gambar untuk melihat gambar dengan jelas)



Keterangan:
*      Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya). 
*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun.
**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMP/MTs menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.
Beban belajar bagi penyelenggara pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (sks) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai sks.
Selengkapnya, bisa anda baca disini
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 20:24:00 with No comments

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka_ Tujuan pembelajaran sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Peningkatan tujuan pembelajaran berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil pembelajaran. Dengan adanya tujuan belajar membantu guru untuk lebih fokus mempersiapkan konten pelajaran yang jelas. Mengajar tanpa tujuan dalam pikiran sering kali tidak efektif karena guru cenderung “keluar” dari topik yang diajarkan. Lalu seperti apakah kriteria ketercapaian Tujuan Pembelajaran dalam kurikulum merdeka?

Dalam kurikulum merdeka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kriteria ketercapaian, diantaranya: 

  • Setiap satuan Pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik :
    • Tujuan pembelajaran
    • Aktivitas pembelajaran
    • Asesmen yang dilaksanakan
  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran, yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran
  • Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mendiagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan memberi intervensi pembelajaran yang sesuai kepada peserta didik

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian 3 aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP Rumusan Tujuan Pembelajaran mencakup :
  • Kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), dan dimensi pengetahuan (factual,konseptual, procedural, metakognitif)
  • Perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif)
  • Profil Pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, gotongn royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri)
KOMPONEN TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Kompetensi = kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran **Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang di revisi Konten = ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.
  • Variasi = keterampilan berfikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, seperti ketrampilan berpikir kreatif, kritis mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan dan lain-lain
CONTOH TUJUAN PEMBELAJARAN
  • Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata sendiri secara kritis
  • Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan inovatif
  • Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena keseharian di lingkungan sekitarnya
  • Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta nilai nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari teks dan/atau audiovisual
  • Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Menjelaskan peran diri dan anggota keluarga lainnya di rumah melalui wawancara anggota keluarga.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase. CP terdiri dari 6 fase (A- F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang Pendidikan dasar dan menengah
  2. Fase tsb : Fase A (kls 1-2), Fase B (kls 3-4) , Fase C (kls 5-6), Fase D (Kls 7-9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kls 11 -12)
  3. Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP
MENYUSUN ATP
  • Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4…………,
  • Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ………, dan seterusnya
Catatan :
TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN KKTP
  • a) Dari TP langsung dibuatkan RUBRIK PENILAIAN dengan 4 atau 5 kriteria, sehingga guru dapat menentukan pencapaian peserta didik dan memberikan tindak lanjut, atau
  • b) Dari TP diturunkan lebih rinci menjadi semacam INDIKATOR ASESMEN, sehingga indikator asesmen tersebut menjadi ukuran ketercapaian,
CONTOH :
TP 1. 
Peserta didik menyelidiki ragam dan sumber energi yang  dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya melalui pengamatan Indikator Asesmen :
1.1 Mampu mendeskripsikan berbagai sumber energi yang  terdapat di lingkungan sekitar
1.2 Mampu menguraikan manfaat sumber energi yang dipergunakan di lingkungan sekitar
  • c) Atau gabungan (a) dan (b) :
dibuatkan Indikator Asesmen dan Rubrik Ketercapaiannya
Catatan :
Ke tiga langkah tersebut lebih memberikan ruang pada Guru mengambil alternatif
sesuai kebutuhan. Masing-masing punya plus minus :
Opsi a : Lebih simple, tapi kurang detail
Opsi b : Lebih detail, tetapi pemetaannya lebih sulit karena tidak ada
rubrik
Opsi c : Lebih detail, mudah memetakan, tetapi lebih kompleks mengerjakannya
MENENTUKAN BENTUK ASESMEN
TP 10.1 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan norma
agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan melalui menceritakan dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk essai
Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 
Ditayangkan dan bertanya jawab dari gambar gambar tentang penerapan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan (Asesmen Formatif =
mengamati / observasi)




Aktivitas 2
Persamaan dan perbedaan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan dalam bentuk tulisan/Essai 
(Asesmen formatif =  Essai)
Asesmen Sumatif 1  =>  Tes
Rubrik Penilaian :
1. Observasi keaktifan peserta didik
2. Rubrik penilaian Essai
3. Rubrik penilaian Tes



Instrument Asesmen Kinerja



Instrument Asesmen Test
demikian informasi mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, smeoga bermanfaat

MODUL AJAR PAUD KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 18:51:00 with No comments


Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.  Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan  berbasis perkembangan jangka panjang.

Terkait dengan modul ajar, pada kesempatan ini kami sampaikan informasi mengenai modul ajar jenjang paud kurikulum merdeka. Kami berharap informasi ini bisa dijadikan sebagai rujukan terkait modul ajar jenjang Paud.

Langsung saja silahkan anda kunjungi tautan berikut ini:

Demikianlah informasi mengenai modul ajar Paud Kurikulum Merdeka, semoga bermanfaat.

MANUAL PENDATAAN SISWA ANBK SD TAHUN 2022

Diposting oleh On 18:40:00 with No comments

Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengembangkan sistem Pendataan Calon Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2022 untuk jenjang SD Sederajat. 

Secara garis besar, alur proses pendataan calon peserta AN tahun 2022 sebagai berikut:

  1. Pengelolan data Satuan Pendidikan.
  2. Menambahkan Calon Peserta AN dengan Cara Impor Data dari Server Integrasi 
  3. yang berbasis data DAPODIK/EMIS. 
  4. Melakukan proses Generate Sampling Calon Peserta AN. 
  5. Melakukan proses Cetak DNS (Data Nominasi Sementara) Calon Peserta AN. 
  6. Melakukan proses Generate Nomor Peserta Calon Peserta AN.  
  7. Melakukan proses Cetak DNT (Data Nominasi Tetap) Calon Peserta AN

Untuk memudahkan pengelolaan data, Aplikasi Pendataan Calon Peserta AN  tahun 2022 dilakukan secara berjenjang, dibagi menjadi 3 Kategori pengguna yaitu :  
  • Pengguna Satuan Pendidikan adalah Pengguna yang diberikan hak untuk mengelola data Satuan Pendidikan dan Calon Peserta AN tahun 2022
  • Pengguna Kota/Kabupaten adalah Pengguna yang diberikan hak untuk mengelola data Satuan Pendidikan serta Calon Peserta AN tahun 2022 di masing-masing Kota/Kabupaten.  
  • Pengguna Provinsi adalah Pengguna yang diberikan hak untuk mengelola data Satuan Pendidikan dan  Calon Peserta AN tahun 2022 di masing-masing provinsi. 
Proses Pendaataan Kepesertaan ANBK SD tahun 2022
1. Kunjungi laman pendataan ANBK SD tahun 2022 yang beralamatkan di https://biosdmi.kemdikbud.go.id/
2. Login dengan username dan password yang diperoleh dari dinas pendidikan setempat

3. Lakukan tarik (impor)biodata yang terdapat pada menu TARIK (IMPOR) BIODATA
4. Lakukan pengecekan terhadap biodata peserta baik identitas maupun ekonomi sosial peserta
5. Lakukan pengecekan sampling peserta jika generate peserta sampling oleh admin dinas telah dilakukan.
Selanjutnya, informasi mengenai Manual Pendataan Kepesertaan Siswa ANBK SD tahun 2022 bisa anda unduh pada tautan berikut ini (unduh)
JUKNIS CAPES-AN (CALON PESERTA ASESMEN NASIONAL) SD SMP SMA SMK SLB TAHUN 2022

Diposting oleh On 18:42:00 with No comments


Dalam rangka pendataan calon peserta Asesmen Nasional (AN), panitia pendataan-AN tingkat pusat memfasilitasi sistem pendataan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pendataan sehingga data yang dihasilkan lebih cepat, tepat, akurat, dan akuntabel.

Pendataan adalah proses pengolahan data calon peserta asesmen nasional sampai dengan waktu yang di tetapkan. Proses yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan, meliputi: data satuan pendidikan, biodata, dan data sosial ekonomi calon peserta asesmen nasional. Pendataan dilakukan dari lini pusat hingga ke satuan pendidikan. Adapun tugas dan tanggungjawab pendataan ditingkat satuan pendidikan adalah sebagai berikut: 

  • Melakukan pemutakhiran data satuan pendidikan dan data peserta didiknya secara daring/online sesuai prosedur DAPODIK/EMIS dan VER-VAL PD
  • Mengimpor data peserta didik pada laman pendataan-AN
  • Menerima lembar DNS dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan wilayah untuk diverifikasi dan dimutakhirkan: Verifikasi dilakukan pada nama peserta didik, tempat lahir, tanggal lahir, NISN, kebutuhan khusus, program studi/ kompetensi keahlian/rombel, tingkatan kelas, dan indentitas lainnya. Bila terdapat perbedaan data dari hasil verifikasi, maka perubahan dapat dilakukan sebagai berikut:
      • lakukan pemutakhiran data satuan pendidikan dan data peserta didiknya secara daring/online sesuai prosedur DAPODIK/EMIS dan VER-VAL PD
      • melapor pada petugas pengelola AN Kota/Kab untuk melakukan impor data peserta didik.
      • meminta petugas pengelola data AN Kota/Kab untuk melakukan sampling ulang dan cetak DNS terbaru.
  • Menyerahkan data hasil verifikasi DNS yang telah valid serta disahkan dan ditandatangani oleh Kepala satuan pendidikan ke Pengelola pendataan AN tingkat Kota/Kabupaten sesuai dengan kewenangannya
  • Menerima DNT dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan wilayah atau Kantor Kemenag Kota/Kabupaten;
  • Mengelola data AN satuan pendidikan untuk keperluan AN.
Sekolah Penggerak, Organisasi Penggerak, DAN SMK Program Keunggulan
1. Merupakan sekolah yang ditunjuk terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
2. Tingkatan kelas untuk peserta didik terdiri dari kelas rendah/kelas awal.
3. Peserta didik pada program ini yang telah mengikuti AN tahun lalu akan mengikuti AN kembali pada tahun ini pada tingkatan kelas yang lebih tinggi (tidak dilakukan sampling ulang).
4. Bila jumlah peserta AN tahun lalu tidak memenuhi kuota (30/45), akan ditambah dari jumlah peserta didik dari sekolahnya jika ada penambahan peserta didik baru di tingkat kelas yang sama.
5. Peserta didik penambahan, akan dilakukan sampling jika jumlah peserta didik ditingkat kelas yang sama lebih besar dari selisih quota
Alur proses pengolahan data calon peserta asesmen nasional melalui mekanisme DAPODIK/EMIS-PDDATA, sebagai berikut:
  1. Satuan Pendidikan memuktahirkan data peserta didik dan data satuan pendidikan pada sistem DAPODIK/EMIS dan Verval PD
  2. Satuan Pendidikan mengimpor data peserta didik dari laman pendataan-AN
  3. Petugas pengelola pendataan AN Kota/Kabupaten atau Provinsi melakukan proses sampling seluruh satuan pendidikan di wilayahnya kemudian mencetak DNS untuk diberikan ke satuan pendidikan agar dilakukan verifikasi
  4. Bila ada perbaikan identitas peserta didik, maka dilakukan pemutakhiran data di sistem DAPODIK/EMIS atau vervalPD, kemudian Satuan Pendidikan mengembalikan berkas DNS hasil verifikasi ke Petugas pengelola pendataan AN Kota/Kabupaten atau Provinsi
  5. Petugas pengelola pendataan AN Kota/Kabupaten atau Provinsi mengimpor data peserta didik bila terjadi perubahan data peserta didik, serta memproses sampling dan mencetak kembali DNS
  6. Petugas pengelola pendataan AN Provinsi melakukan proses penomoran peserta AN, mencetak, dan mendistribusikan DNT melalui Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.
Jadwal Batas Akhir Pendataan SD Sederaja, SMP Sederajat, SMA Sederajat, dan SMK
Berikut ini adalah Jadwal Batas Akhir Pendataan SD Sederaja, SMP Sederajat, SMA Sederajat, dan SMK:


Selanjutnya, informasi mengenai Juknis Calon Pesrta Asesmen Nasional SD, SMP, SMA, SMK dan SLB tahun 2022 bisa anda unduh pada tautan berikut ini: (unduh)

DOWNLOAD CONTOH MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Diposting oleh On 01:37:00 with No comments



Modul ajar menjadi salah satu bentuk perangkat ajar guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran. Modul ajar sebagai penjabaran dari Alur Tujuan Pembelajaran yang disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan murid.

Dalam menggunakan modul ajar, guru memiliki kemerdekaan untuk:

  1. Memilih atau memodifikasi modul ajar yang disediakan Pemerintah untuk disesuaikan dengan karakteristik murid
  2. Menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik murid

beberapa konsep terkait modul ajar dalam kurikulum merdeka belajar diantaranya: 1) Modul ajar merupakan sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. 2) Modul ajar sebagai implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran. 3) Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik dengan mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
Guru di beri kebebasan untuk mengembangkan modul ajar yang sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik. Modul ajar juga dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan. Komponen modul ajar itu sendiri dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.  Komponen modul ajar juga bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.
Guna membantu rekan dalam memahami modul ajar, berikut ini adalah beberapa contoh yang bisa kami sajikan sebagai gambaran modul ajar dimasing-masing tingkatan. 
demikanlah informasi mengenai download contoh modul ajar kurikulum merdeka, semoga bermanfaat.
Tahapan Seleksi dan Syarat Calon Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2022

Diposting oleh On 21:50:00 with No comments


Pengumuman terkait dengan seleksi Calon Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan tahun 2022 telah di terbitkan sejak tanggal 1 Juni 2022 dengan nomor surat 2518/B/GT.00.03/2022. Seleksi calon tersebut di bagi dalam beberapa tahapan, yaitu:

1. Tahap I

Seleksi administrasi, yaitu proses penyeleksian kelengkapan berkas dan kesesuaian persyaratan administrasi yang dilakukan secara daring/online melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB).
2. Tahap II
Tes substantif, meliputi Tes Penguasaan Bidang dan Tes Kemampuan Dasar Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan secara luring/offline pada Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditunjuk. Teknis pelaksanaan tes menggunakan aplikasi Computer Assisted Test Asesmen Nasional Berbasis Komputer (CAT ANBK).
3. Tahap III
Tes wawancara, bertujuan untuk menggali lebih dalam kompetensi calon mahasiswa baik profesional dan personal, dilaksanakan secara daring/online melalui media/platform virtual meeting.

Tahapan seleksi bersifat sekuensial sehingga jika dinyatakan tidak lolos pada salah satu tahap, maka tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Biaya pendaftaran dan seleksi tahap I dan II sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) ditanggung oleh calon mahasiswa.
Sedangkan syarat calon mahasiswa PPG prajabatan tahun 2022 ini adalah
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. tidak atau belum pernah terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
  3. berusia paling tinggi 32 (tiga puluh dua) tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
  4. memiliki ijazah dengan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri
  5. memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol)
  6. memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan pada saat lapor diri)
  7. memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan pada saat lapor diri)
  8. memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri)
  9. menandatangani pakta integritas
  10. mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara. 
Selanjutnya, informasi Seleksi calon mahasiswa PPG Prajabatan tahun 2022 dapat anda unduh pada tautan berikut ini